​BPS Jember: Akselerasi Infrastruktur Jalan dan Irigasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

​Jember, Obor Rakyat – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, memberikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih saat diwawancarai.

​Jember, Obor Rakyat – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, memberikan apresiasi atas langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Fokus pembangunan yang menyasar perbaikan jalan dan jaringan irigasi di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, dinilai sebagai langkah tepat untuk memicu multiplier effect bagi perekonomian warga.

​Menurut Peni, pembangunan infrastruktur pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang yang krusial. Keberadaan fasilitas publik yang memadai dipastikan akan menstimulus aktivitas ekonomi masyarakat secara signifikan.

​Meski dampak terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara instan, pemulihan dan peningkatan ekonomi akan terlihat secara bertahap seiring dengan meningkatnya mobilitas warga, efisiensi jalur distribusi barang, serta lonjakan produktivitas di berbagai sektor.

​”Akses jalan yang representatif akan memotong waktu tempuh mobilitas masyarakat. Perjalanan menuju pasar menjadi lebih efisien dan distribusi hasil pertanian dapat dilakukan dengan lebih lancar. Transformasi inilah yang pada akhirnya menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi hilir,” ujar Peni pada Senin (13/7/2026).

Baca Juga :  Gandeng BI Jember, Rangkaian BEC Week 2026 Hadirkan SCF Run hingga Festival UMKM

Evaluasi Berbasis Data Anggaran dan Lapangan

​Lebih lanjut, Peni menjelaskan bahwa sebagai lembaga negara, BPS berkomitmen penuh untuk mengukur, memantau, dan menganalisis dampak dari setiap kebijakan pemerintah melalui pendekatan data statistik yang objektif.

Evaluasi terhadap program pembangunan ini akan dilakukan dengan membandingkan indikator sosial-ekonomi masyarakat secara berkala, baik sebelum maupun sesudah proyek infrastruktur tersebut rampung.

​”Secara metodologi, dampak pembangunan memang membutuhkan waktu untuk bertransmisi ke sektor rill. Indikator awal yang langsung tercatat saat ini adalah nilai investasi bruto daerah, sedangkan untuk melihat signifikansinya terhadap pertumbuhan ekonomi makro, kami akan terus menganalisis perkembangan data riil di lapangan,” tambahnya.

Imbauan Menjaga Aset Publik

​Di sisi lain, Peni juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada peran pemerintah, melainkan juga menuntut partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga ketahanan aset publik tersebut.

Infrastruktur yang telah dialokasikan harus dirawat bersama agar nilai gunanya dapat bertahan dalam jangka panjang demi keberlanjutan ekonomi.

​Pihaknya mengingatkan dengan tegas agar tidak ada tindakan vandalisme atau perusakan fasilitas umum, termasuk penjarahan komponen infrastruktur demi kepentingan pribadi. Mengingat, seluruh pembiayaan pembangunan tersebut bersumber dari instrumen anggaran negara yang diserap dari pajak masyarakat.

​”Kami sangat berharap masyarakat memiliki rasa kepemilikan yang tinggi untuk ikut menjaga dan merawat jalan serta fasilitas irigasi yang telah dibangun. Sinergi ini penting agar manfaat ekonomi dari pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan dan merata,” tutup Peni. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *