Daerah  

Progres Jembatan Gantung Gentong di Bondowoso Tembus 50 Persen

Para tenaga kerja sibuk mengerjakan tembok penahan jalan diujung jembatan gantung Gentong.

Bondowoso, Obor Rakyat – Implementasi program penguatan infrastruktur strategis pedesaan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan deviasi positif. Pembangunan Jembatan Gantung Gentong yang membelah batas wilayah geografis Kecamatan Tamankrocok dan Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, resmi mencatatkan progres konstruksi fisik signifikan sebesar 50 persen per Jumat (21/8/2026).

​Proyek yang ditujukan untuk mengeliminasi keterisolasian antarwilayah serta mengoptimalkan efisiensi logistik pedesaan ini merealisasikan bentang struktur sepanjang 60 meter dengan lebar efektif 1,8 meter. Desain teknis memfokuskan fungsi perlintasan pada beban bergerak skala mikro, yakni pejalan kaki dan armada transportasi roda dua.

​Pengawas Lapangan Kementerian PU, Agung Ismail, mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan mengacu pada spesifikasi teknis baku.

Pengujian laboratorium yang ketat diterapkan secara berkelanjutan, mencakup verifikasi parameter uji material (sampling) hingga evaluasi integritas hasil pekerjaan fisik.

​”Seluruh komposisi material dan hasil progres fisik wajib melalui tahap quality control dan pengujian laboratorium terstandardisasi untuk menjamin keandalan struktur jangka panjang,” jelas Agung.

Baca Juga :  Ijen Geopark: Mahkota Dunia yang Menanggung Beban Fiskal, Saatnya Pusat Turun Tangan

​Pengalokasian APBN dan Struktur Bawah (Substructure) Selesai

​Pembangunan yang didanai melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 ini menyerap pagu anggaran senilai Rp4 miliar. Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Ayu Susila Karya (ASK) berdasarkan hasil mekanisme pelelangan umum.

​Observasi teknis di lapangan mengindikasikan bahwa seluruh tahapan substructure (struktur bawah) telah rampung dikerjakan secara presisi:

  • Blok Angkur (Anchorage Block): Konstruksi massa beton berkapasitas tinggi (mass concrete) telah terpasang sempurna pada kedua sisi untuk mengimbangi dan menahan aksial gaya tarik maksimum dari main cable.
  • Kepala Jembatan (Abutment): Elemen penahan beban ujung bentang telah berdiri kokoh, siap mentransfer seluruh beban mati (dead load) dan beban hidup (live load) secara langsung ke fondasi tanah keras.

Elevasi Struktur Atas (Superstructure) dan Aksesibilitas Jalan Pendekat

​Saat ini, fokus pengerjaan bertransisi ke rekayasa superstructure (struktur atas). Tahapan kritis yang sedang berjalan meliputi mendirikan pylon (tower utama) sebagai penyangga vertikal sistem kabel, penarikan kabel utama (main cable), hingga pemasangan hanger atau sling sebagai media distribusi beban vertikal lantai jembatan.

Untuk memproteksi keselamatan pengguna, sistem railing pengaman juga dirancang mengelilingi tepi gelagar jembatan.

​Di samping struktur utama jembatan gantung berjenis rangka rigid simetris tersebut, percepatan pengerjaan juga dilakukan pada jalur pendekat (oprit). Akses sepanjang 250 meter dengan lebar 2,8 meter ini memadukan struktur beton bertulang (reinforced concrete) serta konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk memitigasi risiko pergerakan lereng.

​Kehadiran Jembatan Gantung Gentong–Cindogo diproyeksikan memangkas jarak tempuh dan biaya transportasi secara substantif.

Transformasi infrastruktur ini tidak hanya memperlancar sirkulasi mobilitas harian dan aktivitas pendidikan, tetapi juga mendongkrak konektivitas jaringan pasokan produk pertanian lokal menuju pusat-pusat perekonomian kawasan. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *