Keluhan Orang Tua Peserta Harjabo ke-207: Bahu Jalan Disesaki PKL, Ruang Gerak Anak Terhambat

​Bondowoso, Obor Rakyat — Kemeriahan peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 yang digelar pada Rabu (26/8/2026) menyisakan kekecewaan bagi sebagian orang tua peserta. Sepanjang rute pawai, pedagang kaki lima (PKL) meluap hingga memadati bibir jalan di sisi kanan dan kiri, membuat jalur atraksi semakin sempit dan menyulitkan pergerakan peserta.
Lapak PKL kanan kiri di ruas jalan.

​Bondowoso, Obor Rakyat — Kemeriahan peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 yang digelar pada Rabu (26/8/2026) menyisakan kekecewaan bagi sebagian orang tua peserta. Sepanjang rute pawai, pedagang kaki lima (PKL) meluap hingga memadati bibir jalan di sisi kanan dan kiri, membuat jalur atraksi semakin sempit dan menyulitkan pergerakan peserta.

​Seorang wali murid mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya penataan lapak di sepanjang rute parade. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat estetika pertunjukan, tetapi juga menguras stamina para peserta yang mayoritas masih berstatus pelajar.

​”Anak saya sampai mengeluh pusing karena jalanan makin sempit dan ruang gerak sangat terbatas,” keluhnya di sela-sela acara.

Ia juga membandingkan kondisi penataan arena dengan gelaran serupa di Kabupaten tetangga, Jember, yang dinilai lebih tertib dan steril dari perambahan arena perform.

​Kekhawatiran tersebut kian memuncak mengingat agenda besar berikutnya, yakni Bondowoso Marching Band, dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026 mendatang.

Pertunjukan marching band membutuhkan ruang gerak yang jauh lebih luas untuk formasi serta atraksi pemutar stik maupun pergerakan penari (color guard).

Baca Juga :  Imbas Proyek Jembatan Sentong: Kerusakan Infrastruktur Daerah Picu Kritik Tajam Terhadap Pemprov Jatim

​”Kalau kondisinya masih seperti ini, kasihan anak-anak yang tampil. Bagaimana bisa bebas memukul alat atau memutar stik kalau jaraknya terlalu dekat dengan rombong pedagang dan penonton,” lanjutnya.

​Masyarakat menegaskan bahwa keluhan ini bukan bentuk penolakan terhadap pedagang kecil yang mencari rezeki, melainkan imbauan agar penataan di lapangan dilakukan secara bijak dan teratur.

Evaluasi Penataan Rute Parade

  • Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP): Diharapkan melakukan sterilisasi area perform dari bahu jalan utama sebelum acara dimulai.
  • ​Dinas Perhubungan (Dishub): Perlu menetapkan batas aman (clear zone) antara penonton, lapak PKL, dan rute utama.
  • Satuan Lalulintas ​(Satlantas) Bondowoso: Diharapkan memperketat pengawasan lalu lintas manusia di titik-titik rawan kemacetan rute.

​Para orang tua berharap instansi terkait segera mengambil langkah konkret jelang gelaran 3 September mendatang agar keselamatan peserta terjamin dan acara dapat berlangsung megah tanpa mengorbankan ketertiban publik. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *