
Simalungun, Obor Rakyat — Suksesi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi menuntut penerapan prinsip meritokrasi yang berorientasi pada peningkatan kualifikasi dan mutu institusi. Mantan Ketua DPRD Simalungun sekaligus tokoh masyarakat, Syahmidun Saragih, menegaskan pentingnya menjadikan kapasitas kepemimpinan, rekam jejak akademik, serta visi strategis sebagai parameter utama dalam proses pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI).
Langkah ini dinilai krusial guna menepis potensi bias politik identitas yang berbasis kriteria primordial seperti suku, ras, maupun agama.
”Siapa pun yang memiliki visi, misi, komitmen, serta kapabilitas manajerial untuk memajukan Universitas Simalungun patut didukung secara komprehensif. Aspek sentral yang wajib dievaluasi secara terukur adalah kapasitas, integritas, dan gagasan substansial, bukan atribut normatif lainnya,” tegas Syahmidun, Kamis (8/10/2026).
Syahmidun menjelaskan bahwa penentuan figur pemimpin berbasis variabel primordial berisiko mereduksi reputasi ilmiah dan standar mutu perguruan tinggi. Oleh sebab itu, kerangka evaluasi kandidat harus diorientasikan pada kemampuan adaptif dalam merespons dinamika dan tantangan pendidikan tinggi global.
Ia juga menekankan pentingnya penyelenggaraan suksesi yang menjunjung tinggi asas akuntabilitas, transparansi, serta objektivitas. Sivitas akademika dan panitia penyelenggara diimbau untuk menjamin iklim kompetisi yang adil dan berintegritas bagi seluruh calon.
”Kepentingan institusional Universitas Simalungun harus ditempatkan di atas kepentingan sektoral maupun kelompok. Siapa pun yang terpilih secara sah perlu didukung penuh untuk memformulasikan dan mengeksekusi program penjaminan mutu kampus,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi rektor terpilih dalam mengonsolidasikan tata kelola perguruan tinggi modern. Fokus prioritas mencakup peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi, penguatan ekosistem riset dan publikasi ilmiah, pembenahan tata kelola kelembagaan, hingga ekspansi kemitraan strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Proses suksesi kepemimpinan Universitas Simalungun periode ini diikuti oleh tiga akademisi, yakni Dr. Ade Kurnia H., M.T., Prof. Dr. Sarintan Damanik, M.Si., dan Dr. Rohdearniwati Sipayung, M.Hum. (*)
Penulis: S Hadi Purba
Editor: Redaksi