
Manggarai, Obor Rakyat – Kehadiran PT Agro Porang Nusantara di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Dukungan ini menjadi modal sosial penting bagi operasional industri pengolahan porang di wilayah tersebut.
Persetujuan warga dibuktikan melalui dukungan tertulis dari masyarakat di sekitar lokasi perusahaan yang berada di Jalan Negara Reo–Kedindi, Lingkungan Sengari, Kelurahan Wangkung, Sabtu (18/4/2026).
Dari total 120 kepala keluarga, sebanyak 118 menyatakan persetujuan terhadap operasional perusahaan.
Sementara itu, dua kepala keluarga lainnya memilih tidak menyetujui. Tingginya angka dukungan ini mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap dampak ekonomi yang akan dihasilkan.
Diharapkan Dongkrak Ekonomi Petani
Pemilik PT Agro Porang Nusantara, Piter Henoek, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia berharap industri ini mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi petani porang di Reok dan sekitarnya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. Semoga kehadiran industri ini dapat membawa manfaat bagi para petani porang,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum mendirikan pabrik, pihak perusahaan telah melalui berbagai tahapan perizinan, termasuk mendapatkan persetujuan dari tokoh adat (Tua Golo) dan pemerintah setempat.
Uji Operasional dan Antisipasi Dampak Lingkungan
Piter menjelaskan, perusahaan telah melaksanakan tahap prakondisi pada Sabtu (11/4/2026). Tahap ini merupakan bagian dari uji awal operasional pabrik, termasuk pengujian kapasitas mesin serta pemantauan potensi dampak lingkungan seperti kebisingan.
“Jika ditemukan kekurangan, tentu akan kami evaluasi dan perbaiki demi kenyamanan bersama,” katanya.
Usung Konsep Industri Ramah Lingkungan
Dalam operasionalnya, PT Agro Porang Nusantara mengedepankan konsep industri hijau. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan sistem uap air pada cerobong untuk menekan potensi polusi udara.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan sistem penampungan limbah air hasil pencucian porang agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menargetkan operasional industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat di Kabupaten Manggarai. (*)
Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi