
Bondowoso, Obor Rakyat – Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berdampak langsung pada kenaikan harga minyak dunia yang berimbas pada sektor konstruksi nasional. Salah satu dampak signifikan dirasakan pada lonjakan harga aspal, material utama pembangunan jalan, yang mengalami kenaikan hingga sekitar 24 persen di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi ini memaksa pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, untuk melakukan langkah adaptif melalui penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta strategi pengadaan material konstruksi.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan revisi bertahap terhadap perencanaan proyek infrastruktur jalan guna mengakomodasi kenaikan harga tersebut tanpa mengurangi standar mutu pekerjaan.
“Penyesuaian harga, khususnya pada komponen aspal hotmix, telah dilakukan beberapa kali. Dari harga awal sekitar Rp1,7 juta per ton, dilakukan revisi hingga mencapai harga yang sesuai dengan kondisi pasar terkini,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ansori menjelaskan bahwa proses penyesuaian tidak bersifat administratif semata, melainkan melalui tahapan teknis yang komprehensif, termasuk revisi dokumen perencanaan, evaluasi lintas sektor, serta proses review sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perubahan nilai kontrak tetap akuntabel, transparan, serta tidak menimbulkan potensi permasalahan hukum di kemudian hari.
Seiring dengan rampungnya pembaruan dokumen, proyek infrastruktur yang telah disesuaikan kini telah memasuki tahap publikasi dan siap dilelang. Pemerintah daerah membuka kesempatan luas bagi pelaku usaha jasa konstruksi, khususnya penyedia jasa konstruksi lokal, untuk berpartisipasi secara kompetitif.
“Kami telah menayangkan dokumen lelang. Seluruh penyedia jasa konstruksi dipersilakan untuk mengikuti proses ini sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Bondowoso menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak akan berdampak pada pengurangan kualitas maupun volume pekerjaan. Prinsip value for money dan pemenuhan spesifikasi teknis tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek.
Dalam konteks manajemen risiko, pemerintah daerah juga menyiapkan skenario penyesuaian lanjutan apabila terjadi fluktuasi harga material di masa mendatang, dengan tetap mengedepankan dasar justifikasi yang kuat dan terukur.
Langkah strategis ini mencerminkan komitmen Pemkab Bondowoso dalam menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur daerah di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memastikan tata kelola proyek yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada akuntabilitas publik. (*)
Penulis: Latif J