
Jember, Obor Rakyat — Warga Dusun Wonolangu, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember mendadak geger. Seorang pemuda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bantaran sungai Dam Karangan, RT 02 RW 21, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui bernama Abdul Rohman (18), warga RT 02 RW 22 Dusun Wonolangu, Desa Panti. Ia merupakan anak dari pasangan Mohammad Jali dan Sumiyati.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum ditemukan meninggal dunia, Abdul Rohman diduga kuat sedang melakukan aktivitas memancing di sekitar lokasi dam.
Warga setempat menuturkan bahwa memancing memang sudah menjadi hobi dan kebiasaan sehari-hari korban.
Selain hobi memancing, korban diketahui memiliki riwayat medis penyakit epilepsi. Riwayat penyakit ini diderita korban sejak mengalami insiden jatuh beberapa waktu lalu.
Dugaan sementara, penyakit epilepsi korban mendadak kambuh saat dirinya berada di bantaran sungai, sehingga menyebabkan korban hilang kesadaran dan terjatuh ke area sungai.
Warga Setempat Mengaku Terkejut
Insiden tragis ini mengejutkan masyarakat sekitar. Ketua RW setempat mengungkapkan bahwa wilayah tersebut selama ini tergolong aman dan belum pernah mengalami peristiwa serupa.
“Warga di lingkungan sini agak kaget karena dari dulu tidak pernah ada kejadian seperti ini. Anak itu memang punya penyakit epilepsi, dan kegiatannya memang sering memancing. Keluarga juga sudah sering mengingatkan soal penyakitnya,” ujar Ketua RW saat diwawancarai awak media.
Penemuan jasad pemuda berusia 18 tahun ini langsung menyedot perhatian ratusan warga sekitar yang berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan dan evakuasi lebih lanjut.
Saat ini, suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman keluarga korban dan masyarakat Dusun Wonolangu.
Pihak kepolisian dan instansi terkait dilaporkan masih melakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi