
Jember, Obor Rakyat – Owner Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jember, H. Achmad Sudiyono, berharap Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi kebijakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama saat memasuki masa libur sekolah.
Aspirasi tersebut disampaikan Achmad di sela-sela aksi damai yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG sekaligus mendorong penyempurnaan regulasi di lapangan, Sabtu (20/6/2026).
Achmad menilai, dinamika informasi dan pemberitaan di media massa saat ini mencerminkan kondisi riil yang dihadapi para pelaksana program di tingkat daerah.
Oleh karena itu, ia berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan di tingkat pusat.
”Mudah-mudahan berbagai informasi yang disampaikan melalui media dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan BGN. Harapannya, program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal dan tidak mengalami hambatan yang berdampak pada masyarakat maupun para pelaksana di lapangan,” ujar Achmad.
Soroti Kesejahteraan Tenaga Operasional
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah nasib para tenaga operasional di SPPG, mulai dari ahli gizi, akuntan, kepala dapur, hingga pekerja teknis lainnya.
Menurutnya, kelompok pekerja ini tetap memiliki kebutuhan ekonomi yang berjalan terus, meskipun aktivitas program MBG mengalami penyesuaian atau jeda selama libur sekolah.
Meski menyampaikan aspirasi dan harapan agar kesejahteraan para petugas tetap diperhatikan, Achmad menegaskan bahwa pihak SPPG Jember tetap berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh regulasi yang ada.
”Kami tetap patuh terhadap aturan dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Namun, kami berharap ada evaluasi kembali terhadap kebijakan yang ada sehingga program ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” pungkasnya. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi