
Ruteng, Obor Rakyat — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Junaidin, sukses merealisasikan janji kampanyenya melalui penyediaan rumah singgah gratis.
Terletak tepat di samping Rumah Sakit Umum (RSU) Ruteng, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, fasilitas ini kini menjadi tumpuan bagi pasien rawat jalan dan keluarga pasien dari pelosok Manggarai yang membutuhkan tempat beralih dan beristirahat.
Sejak didirikan dua tahun lalu, rumah singgah ini tercatat telah membantu lebih dari 600 pasien beserta keluarga mereka yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai.
Wujud Nyata Komitmen Politik
Junaidin mengungkapkan bahwa pendirian rumah singgah ini didasari oleh keprihatinannya melihat langsung kondisi warga luar daerah yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara saat berobat. Banyak dari mereka yang tidak memiliki sanak saudara di Kota Ruteng, sehingga terpaksa telantar atau menanggung biaya akomodasi yang mencekik.
”Banyak keluarga pasien dari luar daerah yang kesulitan mencari tempat beristirahat karena tidak memiliki keluarga di Ruteng. Dari situlah muncul tekad untuk menghadirkan rumah singgah sebagai bentuk kepedulian sekaligus memenuhi janji yang pernah saya sampaikan kepada masyarakat,” ujar Junaidin saat diwawancarai di Ruteng, Senin (6/7/2026).
Tidak hanya menyediakan kasur dan tempat istirahat cuma-cuma, rumah singgah ini juga dilengkapi dengan fasilitas dapur umum.
Kehadiran dapur ini sengaja dirancang agar keluarga pasien dapat memasak sendiri, sehingga mampu menekan biaya konsumsi harian selama masa pengobatan.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga
Di sela-sela masa resesnya yang berlangsung dari 25 Juni hingga 4 Juli 2026, Junaidin menyempatkan diri menyambangi rumah singgah tersebut untuk memantau fasilitas sekaligus menyapa warga, sebelum melanjutkan kunjungan ke bangsal RSU Ruteng.
Manfaat langsung dari fasilitas ini diamini oleh Hendrik, salah satu suami pasien yang pernah memanfaatkan rumah singgah tersebut.
Hendrik mengaku pos pengeluarannya jauh lebih hemat berkat adanya tempat ini.
”Selama istri saya dirawat di rumah sakit, kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Kami bisa mengajak keluarga untuk membantu memasak sehingga tidak perlu membeli makanan di luar setiap hari,” aku Hendrik.
Ia pun menyampaikan rasa syukur dan doa agar Junaidin sekeluarga senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
Bagi Junaidin, rumah singgah gratis ini bukan sekadar alat pemenuh janji politik lima tahunan, melainkan sebuah bentuk pelayanan kemanusiaan yang nyata di saat masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit. (*)
Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi