
Jember, Obor Rakyat – Dugaan keracunan massal menimpa belasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.
Para korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal pasca-mengonsumsi menu makanan yang disuplai oleh SPPG 1 Karangsono pada Selasa (14/7/2026).
Poin-Poin Penting Kejadian:
- Waktu Kejadian: Selasa, 14 Juli 2026.
- Identitas Korban: 7 murid Taman Kanak-kanak (TK), sejumlah siswa SD, beberapa balita Posyandu, dan 1 orang wali murid.
- Gejala Klinis: Diare akut, mual, sakit perut hebat (mules), pusing, hingga lemas.
- Fasilitas Kesehatan Perawatan: Puskesmas Sukorejo (Bangsalsari), Klinik Rowotamtu (Rambipuji), dan Puskesmas Paleran (Umbulsari). Beberapa korban dengan gejala ringan telah diperbolehkan pulang.
Kronologi & Indikasi Penyebab
Berdasarkan kesaksian salah satu korban, Siti Munawaroh (wali murid), keluhan fisik mulai dirasakan beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang berisi nasi, orek tempe, telur puyuh, tumis jagung, dan buah anggur.
”Telurnya bau. Saya sempat mencucinya, tetapi tetap dimakan,” aku Siti.
Respons Cepat Bupati Jember
Mendapat laporan dari Camat Bangsalsari selaku Korcam MBG, Bupati Jember, Muhammad Fawait menyatakan penyesalan mendalam atas insiden ini dan langsung mengeluarkan tiga instruksi tegas:
- Penyelamatan Korban: Melakukan evakuasi dan memberikan pelayanan medis terbaik secara gratis kepada seluruh korban terdampak.
- Investigasi Lapangan: Memerintahkan Camat Bangsalsari untuk turun langsung memantau kondisi korban di fasilitas kesehatan.
- Pengamanan Sampel: Mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan untuk uji laboratorium.
Langkah Pihak Dapur SPPG & Satgas
Kepala Dapur SPPG 1 Karangsono, Bagus, menyatakan belum bisa memberikan rincian penyebab insiden dan memilih menunggu hasil investigasi resmi.
”Untuk sementara saya belum bisa memberikan keterangan. Besok, Kamis, kami bersama tim Satgas akan melakukan observasi terlebih dahulu,” jelasnya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (15/7/2026).
Hari ini, Tim Satgas MBG yang dipimpin oleh A.I. Fauzi dijadwalkan turun ke lapangan guna meninjau titik lokasi dan mendalami penyebab detail insiden.
Hingga berita ini diturunkan, data pasti jumlah total korban serta penyebab klinis gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil observasi medis dan penyelidikan pihak berwenang. (*)
Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi