Eskalasi Mutu SDM: Pemkab Jember dan OJK Dorong Sinergi Literasi, Akses Pendidikan, serta Inklusi Keuangan Pelajar

​Jember, Obor Rakyat — Dalam upaya memutus rantai determinisme sosial-ekonomi serta memperkuat fondasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan pentingnya penguatan literasi komprehensif bagi generasi muda.
Gus Fawait saat menghadiri kegiatan literasi dan implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dalam rangka Hari Indonesia Menabung di SMPN 7 Jember.

​Jember, Obor Rakyat — Dalam upaya memutus rantai determinisme sosial-ekonomi serta memperkuat fondasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan pentingnya penguatan literasi komprehensif bagi generasi muda.

​Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui akselerasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Indonesia Menabung di SMPN 7 Jember, Senin (10/8/2026).

​Pendidikan dan Literasi Kritis sebagai Instrumen Mobilisasi Vertikal

​Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menguraikan bahwa latar belakang ekonomi keluarga tidak boleh menjadi variabel pembatas bagi daya jelajah cita-cita peserta didik.

Menurutnya, aksesibilitas terhadap ilmu pengetahuan merupakan mekanisme mobilisasi sosial vertikal yang paling teruji dan efektif.

​”Seseorang yang berangkat dari ketidakberdayaan ekonomi mampu mentransformasi posisinya dalam struktur sosial. Instrumen paling esensial dan efektif untuk mencapai lompatan tersebut adalah penguasaan ilmu pengetahuan,” ujar Gus Fawait.

​Di tengah pesatnya disrupsi informasi digital, Gus Fawait juga menyoroti urgensi budaya membaca kritis. Ia mengimbau agar para pelajar tidak menjebak diri dalam konsumsi konten media sosial yang parsial dan berpotensi misinformatif.

​Literasi, tegasnya, bukan sebatas kemampuan teknis membaca, melainkan kapasitas kognitif untuk memvalidasi data, memahami konteks, serta mengambil keputusan berbasis rasionalitas, termasuk dalam menyaring narasi publik terkait pembangunan daerah.

Baca Juga :  Sempat Buron 2 Bulan ke Banjarmasin, Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Jember Diringkus Polisi

​Inklusi Finansial: Transformasi Perilaku Mengelola Sumber Daya

​Dari perspektif inklusi keuangan, Kepala Ototoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Aris Budiman, menekankan bahwa edukasi finansial sejak dini merupakan bentuk investasi perilaku (behavioral investment).

Program KEJAR dirancang untuk melatih kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), yang menjadi pilar akuntabilitas finansial individu di masa depan.

​Hingga periode penyelenggaraan kegiatan, tercatat dinamika positif dari implementasi inklusi keuangan tingkat daerah:

  • Total Rekening Pelajar Terdaftar 5.832 Akun
  • Akumulasi Tabungan Pelajar ± Rp34 Miliar
  • Nilai Dukungan Pembangunan SMPN 7 Jember (2026) ± Rp2 Miliar

Komitmen Beasiswa sebagai Investasi Modal Manusia

​Sebagai wujud konkret intervensi kebijakan, Pemkab Jember terus memperluas jangkauan beasiswa sebagai modal manusia (human capital investment).

Pada tahun 2026, Pemkab memfasilitasi beasiswa berkelanjutan untuk:

  • 11.000 hingga 12.000 pelajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • 7.030 mahasiswa guna memastikan ketersediaan akses hingga jenjang pendidikan tinggi.

​OJK memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemkab Jember yang memosisikan pendidikan dan literasi finansial sebagai dua mata uang yang saling melengkapi.

​Sinergi antara penguasaan literasi, inklusi keuangan, dan jaminan akses pendidikan diharapkan mampu mentransformasi generasi muda Jember dari sekadar subjek pasif menjadi pilar utama pembangunan nasional. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *