Pasca-Pengukuhan Kepemimpinan, PKB Bondowoso Proyeksikan Target 24 Kursi pada Pemilu 2029

Bondowoso, Obor Rakyat — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, memasang target perolehan 24 kursi di DPRD Bondowoso pada Pemilu 2029 mendatang.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, S.H., M.H., saat diwawancarai. (Fot Ist)

Bondowoso, Obor Rakyat — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso, Ahmad Dhafir, memasang target perolehan 24 kursi di DPRD Bondowoso pada Pemilu 2029 mendatang.

​Target tersebut disampaikan Dhafir usai dirinya resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso, Sabtu (17/10/2026), di Graha NU Jl. MT Haryono, Kotakulon, Bondowoso.

Ia menegaskan, target penambahan kursi ini bukan sekadar ambisi politik, melainkan sasaran realistis yang didukung oleh penguatan struktur partai, soliditas pengurus, dan evaluasi organisasi secara matang.

​”Semua ketua partai tentu punya cita-cita dan niat yang sama untuk memenangkan partainya. Aneh kalau ada ketua partai yang justru ingin partainya kalah,” ujar Dhafir.

Mengacu pada Sejarah Perolehan Kursi
​
Dhafir menjelaskan, target 24 kursi didasarkan pada rekam jejak historis perolehan suara PKB di Bondowoso dari pemilu ke pemilu. PKB tercatat pernah menguasai 28 kursi di parlemen daerah pada awal berdirinya, kemudian meraih 23 kursi pada Pemilu 2004, dan saat ini memiliki 16 kursi.

​Menurutnya, capaian di masa lalu membuktikan bahwa PKB memiliki basis dukungan masyarakat yang kuat di Bondowoso.

Baca Juga :  Akuntabel! Pemkab Bondowoso Raih Opini WTP BPK

​”Kalau melihat sejarahnya, PKB pernah meraih 28 kursi dan 23 kursi. Sekarang kita punya 16 kursi. Artinya, masih ada kursi yang harus dan bisa kita perjuangkan kembali,” katanya.

​Penguatan Struktur dan Soliditas Internal

​Untuk mencapai target tersebut, PKB Bondowoso melipatgandakan kekuatan mesin partainya. Kepengurusan DPC periode ini diperkuat oleh lebih dari 70 orang fungsionaris, meningkat dari periode sebelumnya yang berjumlah di bawah 40 orang. Jumlah tersebut belum termasuk struktur organisasi di tingkat kecamatan (PAC) hingga desa (Ranting).

​Langkah penguatan struktur ini merupakan bagian dari pembenahan bertahap yang telah berjalan sejak 2014, 2019, hingga 2024. Dengan jaringan yang semakin luas, PKB berharap dapat menjalin komunikasi yang lebih efektif dan intensif dengan masyarakat.

​Tantangan Memikat Pemilih Gen Z dan Milenial

​Di sisi lain, upaya menambah perolehan kursi pada Pemilu 2029 dipastikan menghadapi tantangan dinamika pemilih, khususnya dari kalangan Generasi Z dan milenial yang jumlahnya terus meningkat.

​Merespons persepsi sebagian publik yang menilai PKB perlu lebih dekat dengan anak muda, Dhafir menekankan pentingnya pendekatan yang relevan.

PKB Bondowoso berkomitmen membuka ruang partisipasi nyata bagi generasi muda melalui:

  • ​Peluang Kepemimpinan: Memberikan kesempatan bagi kader muda untuk tampil di panggung politik.
  • Program Relevan: Menghadirkan program kerja yang menjawab kebutuhan pemuda, seperti pembukaan lapangan kerja, akses pendidikan, dan kewirausahaan.
  • Komunikasi Dua Arah: Membangun dialog yang terbuka dan adaptif dengan aspirasi anak muda.

​Dengan konsolidasi internal yang solid dan strategi pendekatan pemilih muda yang tepat, PKB Bondowoso optimis dapat menerjemahkan kekuatan organisasi menjadi dukungan suara pada Pemilu 2029. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *