
Bondowoso, Obor Rakyat — Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso, Ady Kriesna, mengimbau seluruh kader partai di daerah agar tetap solid dan tidak terpengaruh oleh disinformasi, framing, maupun narasi destruktif di media sosial yang menyerang Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Sikap tegas tersebut disampaikan Ady Kriesna di hadapan ratusan kader dalam agenda “Golkar Bersholawat” yang berlangsung di Bondowoso, Sabtu (7/12/2026).
Ady Kriesna menegaskan bahwa keterlibatan Partai Golkar dalam isu yang beredar telah disanggah secara resmi oleh jajaran struktural tertinggi partai. Sekretaris Jenderal (Sekje) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, telah menyampaikan klarifikasi, sementara Ketum Bahlil Lahadalia sendiri secara terbuka membantah tuduhan tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas persoalan yang ada. Langkah hukum ini dinilai sebagai bukti konkret bahwasanya institusi partai tidak terlibat.
Kritis Menghadapi Post-Truth di Media Sosial
Dalam arahannya, Kriesna memberikan analogi intelektual terkait dinamika arus informasi digital yang acap kali mengaburkan objektifitas publik.
Menurutnya, kader partai harus memiliki literasi media yang matang agar tidak menelan mentah-mentah asumsi yang tidak berdasar secara hukum maupun faktual.
”Di zaman media sosial sekarang ini, kadang kita mudah membenarkan ulasan seorang pedagang bakso terhadap sepiring rujak,” ujar Kriesna mengaitkan analogi tersebut dengan maraknya pendapat non-kapabel yang dijadikan pembenaran publik.
Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga rasionalitas di tengah kepungan disinformasi, di mana kebenaran sebuah narasi digital sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Dukungan Penuh dan Doa Kepemimpinan Nasional
Menyikapi perkembangan situasi, DPD Golkar Bondowoso menyatakan komitmennya untuk berdiri tegak di belakang kepemimpinan nasional partai dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan, khususnya terkait skandal penyadapan.
”Jadi saya minta kader Golkar Bondowoso selalu solid mendukung penuh Ketum Bahlil, memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut skandal penyadapan,” tegas Kriesna.
Tidak hanya fokus pada dinamika internal partai, momen spiritual “Golkar Bersholawat” tersebut juga dimanfaatkan untuk memanjatkan doa bersama bagi stabilitas kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kelancaran dan perlindungan dalam menjalankan roda pemerintahan. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi