
Bondowoso, Obor Rakyat — DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso kembali menggelar agenda keagamaan tahunan “Golkar Bersholawat” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-60, Sabtu (7/12/2026).
Tradisi spiritual yang telah konsisten berjalan selama delapan tahun terakhir ini diselenggarakan sebagai ruang kontemplasi, konsolidasi kader, sekaligus refleksi kebangsaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, penyerahan santunan kepada anak yatim, dan dipungkasi secara simbolis melalui pemotongan tumpeng.
Agenda monumental ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Golkar, perwakilan Ormas dan Organisasi Sayap, Ketua Pimpinan Kecamatan (PK), serta ratusan kader yang memadati lokasi acara.
Kehadiran jajaran penasihat dan tokoh senior partai seperti Huzaini Effendi, Matsakur, dan Imam Zarkasy, bersama jajaran Anggota Fraksi Golkar semakin mempertegas soliditas internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sinergi Keagamaan dan Ruang Kebangsaan
Tak sekadar ajang konsolidasi internal, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran ulama dan tokoh masyarakat terkemuka. Di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso Dr. Saiful Bahar, Kyai Muhammad Yusuf, Lora Hasan, KH Zainul Fauzan, Mas Muhammad Sabbit Nur Kholil, Lora Fuad, serta penceramah Lora Syakibillah Misbah selaku Khodimul Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Sumberwringin.
Dalam sambutannya, Dr. Saiful Bahar memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi Partai Golkar dalam merawat tradisi keagamaan masyarakat lokal.
“Secara pribadi maupun sebagai Ketua PCNU, saya mengucapkan terima kasih kepada Golkar Bondowoso karena turut membumikan nilai-nilai nahdliyin, yakni melalui penggalangan tradisi bersholawat secara rutin,” ujar Saiful Bahar.

Bergabungnya Ra Solla: Kejutan dan Penegasan Orientasi Politik
Momen puncak perhelatan ditandai dengan pengenalan resmi Gus Sholahudin Wahid Zaini yang akrab disapa Ra Solla, sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar.
Tokoh muda berpengaruh asal Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo sekaligus adik kandung Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, tersebut secara simbolis menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan pemakaian jas almamater Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menyampaikan bahwa masuknya Ra Solla merupakan representasi dari kedekatan kultural dan struktural yang telah terbangun sejak lama.
“Ra Solla ini jauh sebelumnya sudah mengantongi KTA Golkar. Sepertinya beliau memiliki akses komunikasi langsung ke DPD Golkar Jatim atau bahkan DPP. Penyerahan jas almamater secara simbolis ini merupakan bentuk tawadhu’ saya, sekaligus rasa hormat kami terhadap keberadaan beliau,” ungkap Ady Kriesna.
Langkah politik Ra Solla ini mendapat sambutan hangat dari kader internal.
Abdul Azis, salah satu kader Golkar yang juga alumni Pesantren Nurul Jadid, mengaku bangga atas bergabungnya sang guru ke dalam jajaran partai.
“Sebagai alumni Nurul Jadid sekaligus kader Golkar, saya merasa sangat senang dan bangga atas bergabungnya guru saya, Lora Solla, di Partai Golkar,” tuturnya.
Integrasi nilai spiritual dan dinamika kebangsaan dalam “Golkar Bersholawat” ini menunjukkan bagaimana komitmen keagamaan dan langkah strategis politik dapat berjalan beriringan secara harmonis di bumi Reden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi