
Bondowoso, Obor Rakyat — Pembangunan Jembatan Sentong di Kabupaten Bondowoso yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur kini telah rampung dan dapat kembali dilintasi oleh masyarakat. Kehadiran infrastruktur yang lebih mantap ini tentu menjadi angin segar bagi kelancaran mobilitas warga.
Namun, di balik kelegaan tersebut, terdapat persoalan tersendiri yang memerlukan perhatian bersama. Selama proses pembangunan berlangsung, sejumlah ruas jalan kabupaten sempat difungsikan sebagai jalur alternatif untuk mengurai arus lalu lintas.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, jalur alternatif terbagi menjadi dua sisi utama:
- Sisi Barat: Meliputi jalur desa di wilayah Kecamatan Bondowoso, antara lain Desa Kembang, Duko, dan Nangkaan.
- Sisi Timur: Melintas di wilayah Kecamatan Tenggarang, Jambesari Darusshaloh, Tamanan, hingga Grujugan, yang mencakup Desa Taman, Tegalmijin, Wonosuko, Pejagan, Grujugan Kidul, Kejawan, Grujugan Lor, Koncer Kidul, Sumber Salam, Kajar, hingga Bataan.
Tingginya volume kendaraan bermuatan berat yang melintasi jalur-jalur tersebut selama masa pengalihan arus meninggalkan dampak pada kondisi infrastruktur. Sejumlah titik jalan desa, dua unit jembatan, serta fasilitas pendukung seperti bahu jalan dan saluran drainase dilaporkan mengalami kerusakan.
Masyarakat setempat menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur ? Pemprov Jatim) dapat memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan infrastruktur jalan kabupaten ini. Bagi warga, jalan tersebut merupakan urat nadi vital yang menopang roda perekonomian harian serta akses pendidikan anak-anak.
”Jalan ini adalah penunjang utama akses perekonomian dan pendidikan warga. Kami sangat menghargai kompensasi yang telah diberikan, namun tentu pemulihan secara menyeluruh sangat dinantikan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan optimal tanpa kendala,” ungkap salah satu warga mewakili aspirasi masyarakat, Sabtu (7/11/2026).
Sebelumnya, Pemprov Jatim dikabarkan telah mengalokasikan bentuk kompensasi berupa 300 drum aspal serta program perbaikan jalan senilai kurang lebih Rp2 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bondowoso. Kendati demikian, warga menilai bahwa skala kerusakan infrastruktur yang terjadi memerlukan dukungan anggaran yang lebih komprehensif agar perbaikan dapat tuntas secara merata.
Melalui momentum ini, masyarakat Bondowoso menyampaikan permohonan terbuka kepada Gubernur Jawa Timur berkenan untuk meluangkan waktu meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang terdampak.
Kehadiran kepala daerah di lapangan diyakini akan memberikan solusi terbaik bagi percepatan perbaikan fasilitas umum demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi