
Ngada, Obor Rakyat – Kodim 1625 Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memacu progres pembangunan 97 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.
Komandan Kodim (Dandim) 1625 Ngada dan Nagekeo, Letkol Inf Imam Subekti mengatakan percepatan pembangunan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Dandim saat memberikan keterangan kepada wartawan di Markas Kodim 1625 Ngada, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, program pembangunan KDMP tetap berjalan meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama faktor cuaca dan distribusi material.
“Tahap ini kami tengah memacu progres pembangunan KDMP pada 97 titik dalam wilayah Ngada dan Nagekeo. Kami melibatkan multi pihak termasuk masyarakat lokal bergerak bersama dalam program ini,” ujar Letkol Inf Imam Subekti.
Ia menjelaskan, penggunaan material konstruksi juga mengutamakan potensi lokal untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Sementara bahan tertentu yang tidak tersedia di daerah didatangkan dari luar wilayah.
“Termasuk material, kita manfaatkan potensi lokal. Yang didatangkan dari luar daerah jika dibutuhkan tidak tersedia di lokal. Demikian juga untuk tenaga ataupun keahlian bidang tertentu, jika tidak tersedia di lokal maka kita cari dari luar wilayah,” jelasnya.
Meski demikian, Dandim mengakui proses pembangunan tidak lepas dari berbagai kendala teknis di lapangan. Beberapa di antaranya adalah cuaca yang kurang bersahabat, keterbatasan tenaga kerja, pasokan listrik, hingga sumber air di sejumlah lokasi proyek.
Selain itu, distribusi bahan baku konstruksi juga menjadi tantangan tersendiri karena sebagian material harus didatangkan dari luar pulau sehingga membutuhkan waktu pengiriman lebih lama.
Namun demikian, berbagai hambatan tersebut disebut tidak menyurutkan semangat personel di lapangan untuk terus mempercepat progres pembangunan KDMP.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal di wilayah Ngada dan Nagekeo. (*)
Penulis: Dede Dhika
Editor: Redaksi