
Ngada, Obor Rakyat — Perwakilan Kodim 1625 Ngada bersama Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPN) Tani Merdeka Indonesia menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Larilaki, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas koperasi desa yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Acara diawali dengan prosesi adat yang dipimpin tokoh adat sebagai bentuk ungkapan syukur atas dimulainya pembangunan Gerai dan Gudang KDMP Desa Larilaki.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama secara simbolis.
Prosesi tersebut dilakukan oleh perwakilan Kodim 1625 Ngada, Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia Bidang Politik Jakarta Wilfridus Yons Ebit, pemerintah Desa Larilaki, Danposramil Wolomeze, serta tokoh adat setempat.
Pasiter Kodim 1625 Ngada, Akbar, menyampaikan apresiasi kepada mandor pembangunan KDMP Desa Larilaki, Dominikus Dhima, yang dinilai berperan dalam menyukseskan kegiatan peletakan batu pertama tersebut.
“Koperasi adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan membangun koperasi desa yang kuat dan mandiri, kita tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ujar Akbar.
Sinergi TNI dan Masyarakat Dorong Ekonomi Desa
Dalam kesempatan terpisah, Wilfridus Yons Ebit juga menyampaikan apresiasi kepada para mandor pembangunan KDMP Desa Larilaki serta jajaran Kodim 1625 Ngada yang dinilai aktif mendukung pembangunan ekonomi berbasis koperasi di wilayah Ngada dan Nagekeo.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan masyarakat sipil menjadi bagian penting dalam mewujudkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
“Kehadiran KODIM berkolaborasi dengan para mandor di Ngada dan Nagekeo menegaskan sinergi antara TNI dan masyarakat sipil dalam mewujudkan visi besar koperasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Ebit.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pasiter Kodim 1625, pengawas lapangan Pratu Deny Radho, Danposramil Wolomeze, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 50 mahasiswa STIPER Flores Bajawa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan dukungan cuaca cerah serta situasi yang kondusif. (*)
Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi