Jurnalis Indonesia Ditangkap Militer Israel, Rifqi Maulana: Kebebasan Pers Sedang Diuji Dunia

Jakarta, Obor Rakyat — Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bidang Komunikasi Digital (Komdigi) PERMAHI, Rifqi Maulana, angkat suara terkait penangkapan jurnalis Indonesia oleh militer Israel yang memicu perhatian publik internasional.
Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bidang Komunikasi Digital (Komdigi) PERMAHI, Rifqi Maulana. (Fot Ist)

Jakarta, Obor Rakyat — Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bidang Komunikasi Digital (Komdigi) PERMAHI, Rifqi Maulana, angkat suara terkait penangkapan jurnalis Indonesia oleh militer Israel yang memicu perhatian publik internasional.

Ia menilai tindakan tersebut menjadi ancaman serius bagi demokrasi, kebebasan pers, serta hak masyarakat dunia untuk memperoleh informasi yang objektif dan independen.

Menurut Rifqi, jurnalis hadir di wilayah konflik bukan untuk menciptakan peperangan, melainkan menyampaikan fakta kepada publik di tengah situasi yang penuh risiko. Karena itu, segala bentuk intimidasi hingga penangkapan terhadap pekerja media dinilai sebagai tindakan yang mencederai kebebasan informasi global.

“Ketika jurnalis dibungkam, maka yang hilang bukan hanya suara media, tetapi juga hak masyarakat dunia untuk mengetahui kebenaran,” tegas Rifqi, Jumat (22/5/2026).

Ia menyoroti kondisi dunia saat ini yang tengah menghadapi perang informasi besar-besaran. Di tengah derasnya arus propaganda dan kepentingan politik global, keberadaan jurnalis independen disebut menjadi garda terdepan dalam menjaga objektivitas dan nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Pelantikan Nasional PERMAHI 2026: Mahasiswa Hukum Didorong Jadi Motor Reformasi dan Penjaga Konstitusi

Rifqi juga mengkritik sikap sebagian pihak yang dinilai hanya berbicara soal demokrasi ketika sesuai dengan kepentingannya. Menurutnya, kebebasan pers tidak boleh dijadikan alat politik ataupun diterapkan secara pilih kasih.

“Jangan bicara demokrasi kalau suara kebenaran masih dibatasi. Jangan bicara hak asasi manusia kalau jurnalis yang membawa fakta justru diperlakukan seperti ancaman,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPN Bidang Komdigi PERMAHI, Rifqi menegaskan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga independensi media di era digital.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial memang mempercepat arus informasi, namun juga membuka ruang manipulasi narasi oleh kepentingan tertentu.

“Di era digital, perang terbesar bukan hanya soal senjata, tetapi soal narasi. Maka jurnalis yang berani menyampaikan fakta harus dilindungi, bukan dibungkam,” tutupnya. (*)


Penulis: Achmad Sugiyanto
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *