Tani Merdeka Dorong Bank Data Pertanian di Ngada

Ngada, Obor Rakyat – Di tengah berbagai program strategis pemerintah yang menyasar sektor pangan dan pertanian, persoalan data kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar soal angka, keberadaan bank data pertanian yang akurat dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan bantuan, pengembangan produksi, hingga program ketahanan pangan berjalan tepat sasaran.
Penyerahan Alsintan oleh Tani Merdeka di Kabupaten Ngada.

Mengapa Data Jadi Kunci Masa Depan Petani?

Ngada, Obor Rakyat – Di tengah berbagai program strategis pemerintah yang menyasar sektor pangan dan pertanian, persoalan data kembali menjadi sorotan. Bukan sekadar soal angka, keberadaan bank data pertanian yang akurat dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan bantuan, pengembangan produksi, hingga program ketahanan pangan berjalan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra panen kepada kelompok tani di Kabupaten Ngada, Selasa (9/6/2026).

Menurut Ebit, pembangunan sektor pertanian tidak bisa lagi hanya bertumpu pada distribusi bantuan fisik. Pemerintah membutuhkan basis data yang kuat mengenai luas lahan, jenis komoditas, hingga potensi produksi di setiap wilayah agar berbagai program nasional dapat dirancang secara lebih efektif.

“Data pertanian yang lengkap menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan. Mulai dari hilirisasi pertanian, penguatan Koperasi Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat membutuhkan data yang akurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak Wangka–Maronggela Ditambal Swadaya, DPRD Ngada: Riung Barat Butuh Bukti Pembangunan, Bukan Janji

Data Pertanian Jadi Penentu Ketepatan Program

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Namun, tantangan klasik berupa minimnya validitas data petani dan lahan masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah.

Karena itu, Tani Merdeka Indonesia menilai pembangunan bank data pertanian perlu menjadi prioritas. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi, pemerintah dapat memetakan kebutuhan petani secara lebih presisi sekaligus mengurangi risiko bantuan yang tidak tepat sasaran.

Data yang kuat juga berpotensi mendukung pengembangan rantai pasok pangan, memperkuat koperasi desa, serta memastikan ketersediaan bahan baku untuk program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Enam Unit Alsintan Disalurkan untuk Petani Ngada

Bersamaan dengan dorongan penguatan data pertanian, Tani Merdeka Indonesia bersama Kementerian Pertanian menyalurkan enam unit alsintan pra panen kepada kelompok tani di Kabupaten Ngada.

Bantuan tersebut terdiri dari dua unit traktor roda dua dan empat unit traktor roda empat yang disebar ke sejumlah kelompok tani (Poktan) di wilayah Bajawa Utara, Soa, Riung Barat, dan Bajawa.

Penyaluran alsintan ini merupakan bagian dari program penguatan mekanisasi pertanian yang dilakukan secara berkala guna meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan produktivitas petani.

Ebit berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu proses budidaya pertanian, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Alsintan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya.

Pemkab Ngada: Dampaknya Sudah Terlihat

Bupati Raymundus Bena menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Tani Merdeka Indonesia kepada petani di Ngada.

Menurutnya, berbagai bantuan yang telah diterima daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian. Bahkan, jika seluruh bantuan harus dibiayai melalui APBD, pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Selain mekanisasi pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada juga tengah mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui penyediaan bibit kelapa dalam dan kelapa genjah.

Karena itu, pemerintah daerah meminta kelompok tani untuk aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan pemerintah desa agar proses pendataan berjalan lebih baik.

“Dengan data yang lengkap dan kelompok tani yang aktif, berbagai program bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Raymundus.

Pertanian Modern Dimulai dari Data

Penyerahan bantuan alsintan di Ngada memperlihatkan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berbicara tentang alat dan bantuan produksi. Di balik itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk membangun sistem data yang mampu menggambarkan kondisi riil petani di lapangan.

Ketika data pertanian tersusun dengan baik, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk merancang kebijakan, mengalokasikan bantuan, hingga memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan petani. (*)


Penulis: Dede Dhima
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *