
Ngada, Obor Rakyat – Kerusakan ruas jalan Wangka–Maronggela di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, kembali memaksa masyarakat mengambil langkah sendiri.
Melalui semangat gotong royong, warga bersama pemerintah kecamatan melakukan perbaikan jalan secara swadaya demi menjaga akses transportasi yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mendapat dukungan dari sejumlah pengusaha yang turut memberikan bantuan material maupun donasi untuk menunjang pekerjaan perbaikan jalan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Camat Riung Barat, Imron Low, ikut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut serta menggerakkan partisipasi warga untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Anggota DPRD Kabupaten Ngada dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Riung, Alexander Y. Songkares, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dan pemerintah kecamatan.
Namun, ia menilai kondisi tersebut sekaligus menjadi cerminan masih lemahnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah Riung Barat.
“Apresiasi patut diberikan kepada Camat Riung Barat yang turun langsung bersama masyarakat memperbaiki ruas jalan Wangka–Maronggela. Namun kondisi ini juga menjadi alarm bahwa infrastruktur di Riung Barat belum menjadi prioritas yang semestinya,” ujar Songkares, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, jalan merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas warga antarwilayah.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menghadirkan program pembangunan yang lebih terencana dan berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada perbaikan jalan secara swadaya.
“Ketika warga harus berulang kali memperbaiki jalan dengan kemampuan sendiri, maka pemerintah perlu hadir dengan kebijakan dan anggaran yang nyata. Infrastruktur dasar tidak boleh hanya bergantung pada semangat gotong royong masyarakat,” tegasnya.
Songkares juga menyoroti sejumlah wilayah di Riung Barat yang dinilai masih menunggu pemerataan pembangunan, di antaranya Kampung, Ria I, Kedu Marobatong, Ngara, Warunembu, dan Namut.
Menurut dia, aspirasi terkait pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut telah berulang kali disampaikan masyarakat melalui berbagai forum.
“Sampai hari ini masyarakat masih bertanya kapan pembangunan benar-benar berpihak kepada Riung Barat. Aspirasi itu sudah berkali-kali disampaikan. Yang ditunggu sekarang bukan lagi janji, tetapi bukti,” katanya.
Fenomena perbaikan jalan secara swadaya menghadirkan dua realitas berbeda. Di satu sisi, menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap kepentingan bersama.
Namun di sisi lain, menjadi pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui kebijakan pembangunan yang konkret.
Hingga berita ini diterbitkan, Camat Riung Barat, Imron Low, belum berhasil dikonfirmasi terkait kegiatan perbaikan jalan tersebut maupun kondisi infrastruktur di wilayah yang dipimpinnya.
Masyarakat berharap aksi gotong royong yang dilakukan saat ini tidak menjadi solusi permanen atas persoalan jalan rusak, melainkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan di Riung Barat. (*)
Penulis: Rudolf
Editor: Redaksi