
Jakarta, Obor Rakyat – Proses seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memunculkan sejumlah nama dari berbagai latar belakang strategis. Salah satu figur yang dinilai memiliki rekam jejak kuat adalah Ferdi Setiawan.
Mengantongi pengalaman lebih dari dua dekade di industri penyiaran nasional, jurnalisme, hingga dunia akademik, Ferdi membawa perspektif komprehensif untuk memperkuat peran KPI di era digital.
Pria kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini mengawali karier profesionalnya di stasiun televisi Jak TV, sebelum akhirnya memperluas pengalamannya di tvOne dan Metro TV.
Saat ini, Ferdi mengemban amanah sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV dan Sinpo.id.
Integrasi Industri dan Akademik
Selain aktif di industri media, Ferdi juga berkontribusi dalam dunia pendidikan sebagai dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Dian Nusantara (Undira) Jakarta.
Menurutnya, kombinasi peran sebagai praktisi dan akademisi memberikan pemahaman yang utuh mengenai ekosistem penyiaran Indonesia.
”Pengalaman ini memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai kebutuhan dunia penyiaran kita, baik dari sisi industri, regulasi, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujar Ferdi.
Selain berkarier di ruang redaksi dan kampus, Ferdi juga sempat ditugaskan sebagai petugas Media Center Haji (MCH) saat dirinya sudah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV.
Selama di Tanah Suci, ia bertanggung jawab dalam menyebarluaskan informasi penyelenggaraan ibadah haji secara cepat, akurat, dan akuntabel di bawah situasi dengan tekanan tinggi.
Komitmen dan Visi untuk KPI
Maju sebagai calon Komisioner KPI, Ferdi membawa visi penguatan kualitas penyiaran nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Di tengah disrupsi digital dan pergeseran perilaku audiens, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri.
Ada tiga poin utama yang menjadi fokus komitmennya:
- Penguatan Literasi Media: Mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi dan membedakan antara fakta serta disinformasi.
- Perlindungan Konten Publik: Mendorong lembaga penyiaran memproduksi program inovatif yang menghormati keberagaman budaya serta melindungi anak dan remaja.
- KPI sebagai Mitra Strategis: Memosisikan KPI tidak sekadar sebagai regulator yang menghukum, tetapi juga mitra yang mengarahkan industri menuju ekosistem yang sehat.
”Kualitas penyiaran yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. KPI harus hadir sebagai mitra yang mendorong lahirnya penyiaran yang profesional, beretika, inovatif, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkas Ferdi.
Di luar aktivitas profesionalnya, Ferdi dikenal tetap menjalani kehidupan yang bersahaja bersama keluarganya serta memegang teguh prinsip untuk menjaga silaturahmi, saling menghargai, dan berbuat baik tanpa pamrih sebagai fondasi kariernya.
Berbekal portofolio sebagai jurnalis, pimpinan redaksi, akademisi, dan pengalaman lapangan di Media Center Haji, Ferdi Setiawan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengawal kualitas penyiaran di Indonesia yang berorientasi pada kepentingan publik. (*)
Sumber: Bagus Sajiwo
Editor: Redaksi