Jalan ke Pasar dan Puskesmas Malanuza Rusak Bertahun-tahun

​Ngada, Obor Rakyat – Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan menuju Pasar Malanuza dan Puskesmas Malanuza di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, kembali memicu kritik tajam. Lambannya penanganan dari pemerintah daerah dinilai mencerminkan lemahnya prioritas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Kondisi jalan di Malanuza yang sangat memprihatikan.

GMNI: Negara Jangan Hadir Saat Kampanye Saja

​Ngada, Obor Rakyat – Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan menuju Pasar Malanuza dan Puskesmas Malanuza di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, kembali memicu kritik tajam. Lambannya penanganan dari pemerintah daerah dinilai mencerminkan lemahnya prioritas terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

​Kritik keras tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Ngada, Florianus Setiadi. Ia menegaskan bahwa akses jalan menuju fasilitas kesehatan dan pusat ekonomi merupakan hak mendasar warga yang tidak boleh diabaikan.

​”Jangan berbicara tentang pemerataan pembangunan jika masyarakat masih harus melewati jalan rusak untuk berobat dan mencari nafkah. Negara jangan hanya hadir saat kampanye, tetapi absen ketika rakyat membutuhkan jalan yang layak,” tegas Florianus, Sabtu (11/7/2026).

​Akses Vital yang Terabaikan

​Menurut Florianus, pembiaran kerusakan jalan yang berlangsung selama bertahun-tahun ini memaksa warga menghadapi risiko kecelakaan setiap hari.

Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret sebelum jatuh korban jiwa.

Baca Juga :  GMNI Ngada Desak Transparansi dan Dukung Penuh Polres Bongkar Jaringan Mafia BBM Bersubsidi

​”Pemerintah tidak boleh menunggu korban baru kemudian bergerak. Infrastruktur dasar bukan proyek pelengkap, melainkan kewajiban negara yang harus dipenuhi,” tambahnya.

​Selain menyasar pemerintah eksekutif, GMNI Ngada juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngada untuk memperketat fungsi pengawasan mereka.

DPRD diharapkan tidak menutup mata terhadap persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan dan urat nadi perekonomian warga.

​Pemerintah Desa Angkat Tangan

​Di sisi lain, Kepala Desa Malanuza, Gregorius Suwa, mengakui bahwa pihak desa telah kehabisan cara. Upaya administratif dan komunikasi berulang kali telah dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada maupun anggota DPRD, namun belum membuahkan kepastian perbaikan permanen.

​Karena tak kunjung direspons, pemerintah desa sempat mengambil langkah darurat secara swadaya demi menjaga keselamatan warga.

​Upaya Penanganan Sementara oleh Desa:

  • Komunikasi Intensif: Berulang kali melaporkan kondisi jalan ke Pemkab dan DPRD Ngada.
  • Perbaikan Darurat: Menyiram material pasir batu (sirtu) di titik-titik jalan yang berlubang parah.
  • Antisipasi Genangan: Menambal area yang kerap tergenang air saat hujan agar bisa dilalui kendaraan.

​”Kami pernah berinisiatif melakukan perbaikan di beberapa titik dengan menyiram material sirtu pada bagian jalan yang tergenang air agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan,” ujar Gregorius.

​Kendati demikian, Gregorius menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki keterbatasan anggaran dan kewenangan, sehingga penambalan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama tanpa adanya pembangunan permanen dari pemerintah daerah.

Menanti Respons Pemerintah Kabupaten Ngada

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari Pemkab Ngada ataupun dinas teknis terkait mengenai rencana dan jadwal perbaikan ruas jalan tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keluhan warga ini.

​Masyarakat Desa Malanuza kini hanya bisa berharap agar janji-janji pembangunan yang sering didengar saat momentum politik dapat segera terealisasi dalam bentuk aspal yang layak dan aman. (*)


Penulis: Rudolf
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *