Optimalisasi Aset Fiskal NTT, Fraksi PSI Dorong Transformasi Lahan Roe Menjadi Sentra Porang Berkelanjutan

​Manggarai Barat, Obor Rakyat — Langkah strategis guna mendongkrak produktivitas aset daerah sekaligus mengeskalasi ekonomi riil masyarakat tengah digulirkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan kerja lintas komisi di kebun milik Pemprov NTT yang terletak di Roe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

 

​Manggarai Barat, Obor Rakyat — Langkah strategis guna mendongkrak produktivitas aset daerah sekaligus mengeskalasi ekonomi riil masyarakat tengah digulirkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Dalam kunjungan kerja lintas komisi di kebun milik Pemprov NTT yang terletak di Roe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sekretaris Komisi II sekaligus Ketua Fraksi PSI DPRD NTT, Junaidin Mahasan, secara lugas mendorong pemanfaatan lahan seluas 11 hektare tersebut untuk dialihfungsikan menjadi sentra percontohan budidaya komoditas porang (Amorphophallus muelleri).

​Analisis Geografis dan Prospektif Nilai Ekonomi Porang

​Berdasarkan pengamatan sosiogeografis dan pengujian karakteristik fisik tanah di lokasi Roe, Junaidin mengonfirmasi adanya kesesuaian agroklimat yang sangat tinggi untuk pertumbuhan vegetasi porang.

Komoditas yang dahulu dikategorikan sebagai tanaman liar tak bernilai ini kini mengalami pergeseran paradigma (shifting paradigm) menjadi komoditas ekspor unggulan dengan nilai kapitalisasi pasar yang menjanjikan.

Diversifikasi Manfaat Porang di Pasar Global:

  • Sektor Pangan: Bahan baku utama pembuatan pangan sehat rendah kalori (seperti beras shirataki dan konyaku).
  • Sektor Industri: Digunakan sebagai bahan pengikat (binder) pada industri farmasi, kosmetik, hingga komponen manufaktur pesawat terbang.
  • Sektor Ekspor: Memiliki ceruk pasar (niche market) yang sangat luas di kawasan Asia Timur dan Eropa.
Baca Juga :  Dukung Keberlanjutan Makan Bergizi Gratis, Anggota DPRD Jember: Program Ini Serap Ribuan Tenaga Kerja

​”Lahan Roe memiliki modalitas ekologis yang sangat mendukung. Mengubah aset pasif ini menjadi episentrum budidaya porang tidak hanya meningkatkan nilai guna aset daerah, tetapi juga menciptakan penetrasi pasar baru bagi sektor pertanian NTT,” ujar Junaidin.

Intervensi Kebijakan: Formulasi Hulu ke Hilir

​Junaidin menekankan bahwa akselerasi sektor ini tidak boleh parsial. Ia mengusulkan formulasi kebijakan yang komprehensif dari sektor hulu (penyediaan input produksi) hingga ke hilir (penyerapan pasar).

Pokok-Pokok Usulan Strategis DPRD NTT:

  1. ​Subsidi Input Pertanian Berkelanjutan: Mendesak Kementerian Pertanian RI dan Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk menyalurkan bantuan bibit porang berkualitas tinggi serta pupuk secara gratis dan berkala bagi kelompok tani lokal.
  2. Transfer Teknologi dan Edukasi: Menginisiasi pelatihan budidaya modern berbasis teknologi pertanian tepat guna guna meminimalkan risiko gagal panen.
  3. ​Kemitraan dan Kepastian Harga (Offtaker): Pemerintah daerah didorong untuk memediasi kolaborasi antara petani lokal dengan korporasi/industri pengolah porang berskala besar guna menjamin stabilitas harga jual pascaproduksi.
Baca Juga :  Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Kapolri Sambangi Mabes TNI Perkuat Soliditas dan Sinergitas Sektor Keamanan

​Implikasi Sosio-Ekonomi Regional

​Jika proyek percontohan (pilot project) di Roe ini berhasil diimplementasikan secara sistematis, implikasi sosio-ekonominya diproyeksikan mampu mereduksi angka pengangguran di wilayah Manggarai Barat, merangsang pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor agraris, serta menetapkan standar baru (benchmarking) dalam manajemen pemanfaatan aset daerah yang berorientasi pada kesejahteraan publik (public welfare oriented).

Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *