
Bondowoso, Obor Rakyat — Dalam kerangka menginternalisasi semangat kemerdekaan sekaligus memperkuat kohesi antar-lembaga, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso secara resmi membuka Turnamen Bola Voli Antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi se-Kabupaten Bondowoso, Senin (10/8/2026).
Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Pelita Bondowoso, kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang ini diikuti oleh 18 tim kolaboratif dari berbagai dinas, instansi vertikal, hingga dinamisator kewilayahan di tingkat kecamatan.
Olahraga sebagai Katalis Integrasi Aparatur
Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori, menegaskan bahwa agenda ini tidak sekadar bertumpu pada dimensi kompetisi fisik, melainkan menjadi momentum reflektif bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) dalam memaknai kemerdekaan di era modern.
”Sebagai generasi penerus yang tidak lagi mengangkat senjata di medan laga, tanggung jawab moral kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan karya, rasa kebersamaan, dan soliditas. Turnamen ini merupakan manifestasi konkret keharmonisan lintas fungsi instansi di Kabupaten Bondowoso,” ujar Ansori di sela-sela pembukaan turnamen.
Sebagai fihak yang dipercaya memegang kendali kepanitiaan, Dinas BSBK menerapkan formulasi kompetisi yang terukur. Mengingat durasi pelaksanaan yang efektif selama lima hari, panitia mengondisikan konsolidasi beberapa unit kerja menjadi satu tim gabungan tanpa mengurangi esensi keterwakilan daerah.
Skema Efisiensi dan Kemandirian Tim
Dalam teknis penyelenggaraannya, beberapa wilayah kecamatan diefektifkan melalui pola integrasi berbasis koordinator rayon. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Tapen, Klabang, Prajekan, Cermee, dan Botolinggo telah terkoordinasi secara terstruktur sejak tahap penyamaan persepsi teknis (technical meeting).
Di sisi lain, bagi entitas kerja yang memiliki ketersediaan sumber daya manusia matang secara kuantitas maupun kualitas, seperti Dinas Pendidikan, Perumda Air Minum (PDAM), dan Perum Perhutani, diberikan ruang untuk menerjunkan tim secara mandiri.
Penyelenggaraan turnamen ini diharapkan menjadi trigger positif dalam membina sportivitas, memperlancar jalur komunikasi antar-instansi, serta memperkokoh kultur gotong royong sebagai pilar utama akselerasi pembangunan di Kabupaten Bondowoso. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi