
Bondowoso, Obor Rakyat — Aksi solidaritas dan doa bersama digelar oleh Forum Solidaritas Jurnalis Bondowoso (FSJB) di Paseban Alun-Alun Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo, Minggu (13/9/2026).
Inisiatif ini dilaksanakan menyusul insiden hilang kontak yang menimpa rombongan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh belasan perwakilan organisasi dan asosiasi pers daerah tersebut menjadi sarana konsolidasi moral sekaligus refleksi kritis atas urgensi penerapan standar keselamatan Mitigasi Risiko Peliputan (journalists’ safety protocol) dalam kerja-kerja jurnalistik berisiko tinggi.
Pesan Utamakan Keselamatan Nyawa
Dalam aksi tersebut, Bendahara Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB), Mohammad Yusi, menekankan bahwa dedikasi terhadap pemenuhan hak publik atas informasi tidak boleh mengesampingkan aspek perlindungan jiwa.
“Semoga gerakan solidaritas doa bersama ini menjadi penanda bahwa tugas dan fungsi jurnalis tidak ada yang seharga nyawa,” tegas Yusi.
Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis dari media Antara, Merdeka, iNews, Anadolu, serta jurnalis lepas bersama tiga kru kapal reported hilang usai bertolak dari Dermaga Pagedogan, Carita, Banten, menggunakan speedboat. Komunikasi terakhir tercatat pada hari pelayaran pukul 14.42 WIB.
Eskalasi Operasi Pencarian dan Tantangan Lapangan
Laporan resmi yang diterima Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9/2026) langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan armada KN SAR Tetuka dan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02. Area pencarian awal berfokus pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau sebelum diperluas hingga cakupan 68,3 mil laut (nautical miles) yang terbagi ke dalam empat sektor operasional. Hingga Minggu (13/9/2026), tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan tiga jenazah dari total delapan korban.
Operasi penyisiran terus dilanjutkan guna memastikan kepastian nasib seluruh anggota rombongan.
Melalui forum doa bersama di Bondowoso, komunitas pers lokal mendorong penguatan kesadaran kolektif mengenai aspek keselamatan kerja (K3) industri media, sembari mengirimkan dukungan spiritual bagi para korban serta keluarga yang terdampak. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi