Gus Fawait Pastikan Revitalisasi 50 Puskesmas dan 86 Polindes di Jember pada 2027

​Jember, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam memperluas dan meratakan akses pelayanan dasar bagi masyarakat. Melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digelar di Kecamatan Jelbuk pada Sabtu (31/10/2026), Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengumumkan rencana strategis revitalisasi puluhan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Jember yang ditargetkan terealisasi pada 2027.
Program Bunga Desaku yang digelar di Kecamatan Jelbuk.

​Jember, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam memperluas dan meratakan akses pelayanan dasar bagi masyarakat. Melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digelar di Kecamatan Jelbuk pada Sabtu (31/10/2026), Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengumumkan rencana strategis revitalisasi puluhan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Jember yang ditargetkan terealisasi pada 2027.

​Dalam keterangannya, Gus Fawait mengungkapkan bahwa hasil koordinasi dengan kementerian di Jakarta memastikan Kabupaten Jember akan mendapatkan alokasi program revitalisasi untuk 50 puskesmas dan 86 pondok bersalin desa (polindes).

Rencana ini melengkapi penguatan fasilitas di tingkat rumah sakit daerah, seperti RSD dr. Soebandi, RSD Balung, serta RSD Kalisat yang diproyeksikan untuk penataan tahap berikutnya demi menciptakan keseimbangan layanan kesehatan di wilayah utara, tengah, dan selatan Jember.

​”Kami ingin pelayanan kesehatan di Jember tidak lagi jomplang. Masyarakat di mana pun berada memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pelayanan dasar,” ujar Gus Fawait.

​Selain modernisasi fisik dan fasilitas pendukung seperti telemedicine, Bupati Jember juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dari tenaga medis.

Ia menginstruksikan jajaran puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan untuk proaktif mendampingi serta mengedukasi warga kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis namun masih enggan dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga :  Seusai Demo di DPRD Jember, Mahasiswa dan Polres Bergotong Royong Bersihkan Sampah

​Tak hanya berfokus pada sektor kesehatan, kegiatan Bunga Desaku di Jelbuk juga dimanfaatkan Pemkab Jember untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino yang berisiko menekan daya beli masyarakat dan menaikkan harga kebutuhan pokok, Pemkab Jember memadukan program Bunga Desaku dengan penyaluran bantuan sembako dan langkah penguatan pengendalian inflasi.

​Melalui kehadiran jajaran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat desa, Pemkab Jember berharap seluruh program prioritas baik di bidang kesehatan maupun penguatan ekonomi dapat dirasakan manfaatnya secara merata hingga ke wilayah pelosok. (*)


Penulis: Maria Agustina
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *