Daerah  

Imbas Proyek Jembatan Sentong, Pemprov Jatim Didesak Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Infrastruktur di Bondowoso

​Bondowoso, Obor Rakyat – Progres pembangunan Jembatan Sentong di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur kini mendekati tahap penyelesaian (finishing) dan diperkirakan akan segera dibuka kembali dalam beberapa hari mendatang.
Potret kerusakan jalan kabupaten yang memicu protes terhadap Pemprov Jatim, di samping proyek jembatan baru dan akses jembatan darurat bagi warga. (Ilustrasi)

​Bondowoso, Obor Rakyat – Progres pembangunan Jembatan Sentong di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur kini mendekati tahap penyelesaian (finishing) dan diperkirakan akan segera dibuka kembali dalam beberapa hari mendatang.

Meski pengerjaan fisik jembatan rampung, proyek ini menyisakan persoalan serius terkait kerusakan infrastruktur pendukung di wilayah Kabupaten Bondowoso.
​Selama proyek berlangsung, pihak PU Bina Marga Pemprov Jatim tidak menyediakan jembatan darurat untuk pejalan kaki maupun kendaraan.

Situasi ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membangun jembatan darurat penyeberangan warga.

Selain itu, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke ruas jalan milik kabupaten.
​Pengalihan arus kendaraan dalam jangka waktu yang cukup lama mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan jembatan milik Kabupaten Bondowoso mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat, yang melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi, jalur pendidikan, hingga kelancaran transportasi lokal.

Baca Juga :  Soroti Alur Pengawasan, Aktivis Desak Pengusutan Kasus PDAM Bondowoso

​Sebagai bentuk penanganan imbas proyek, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan berupa 300 drum aspal serta program perbaikan jalan kepada Pemkab Bondowoso. Namun, bantuan tersebut dinilai belum sebanding dengan tingkat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.

​Di sisi lain, dorongan dan kritik masyarakat justru kerap tertuju kepada Pemkab Bondowoso, padahal penyebab utama pengalihan beban jalan berasal dari proyek tingkat provinsi.

​Warga berharap jajaran pimpinan Pemprov Jatim, termasuk Gubernur Jawa Timur, dapat turun langsung ke lapangan untuk meninjau secara lugas tingkat kerusakan fisik yang terjadi dan berkoordinasi secara konkret dengan pemerintah daerah setempat.

​Langkah koordinasi langsung dan penanganan menyeluruh dari Pemprov Jatim sangat diharapkan agar pemulihan jalan serta jembatan kabupaten dapat segera direalisasikan demi memulihkan roda perekonomian masyarakat Bondowoso. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *