BUMDes Jetis Bondowoso Kelola Dana Desa untuk Peternakan dan Pertanian, Jadi Contoh Pengembangan PAD Desa

Bondowoso, Obor Rakyat – Upaya Pemerintah Desa (Pemde Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso dalam mengelola penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai menunjukkan hasil positif.
Budidaya bawang merah yang dikelola BUMDes Jetis.

Bondowoso, Obor Rakyat – Upaya Pemerintah Desa (Pemde Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso dalam mengelola penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai menunjukkan hasil positif.

Melalui alokasi dana desa sekitar Rp200 juta pada tahun 2025, Pemdes Jetis mengembangkan sektor peternakan dan pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa (Kades) Jetis, Saibudin Hakim, menjelaskan, penyertaan modal tersebut difokuskan pada usaha penggemukan sapi dan budidaya bawang merah yang dikelola melalui BUMDes. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana desa yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di sektor peternakan, BUMDes Jetis awalnya mengembangkan tiga ekor sapi untuk program penggemukan.

Namun, dalam perjalanannya satu ekor sapi mengalami gangguan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan dan disarankan untuk segera dijual guna menghindari risiko kerugian yang lebih besar.

Baca Juga :  Miris! Oknum Guru PPPK di Bondowoso Jadi Tersangka Pengedar Sabu Berkedok Bungkus Permen

“Saya mengikuti anjuran dokter untuk menjual sapi yang sakit tersebut,” ujar Kepala Desa Jetis, Kamis (4/6/2026).

Meski mengalami kerugian dari penjualan sapi tersebut, Pemdes Jetis memilih melakukan langkah adaptif dengan mengalihkan hasil penjualan ke sektor pertanian yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.

“Memang ada kerugian dari penjualan sapi itu, tetapi hasilnya kami alokasikan untuk biaya penanaman bawang merah,” tambahnya.

Sementara itu, dua ekor sapi yang tersisa saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kondisi ternak terpantau sehat dan mengalami peningkatan bobot yang signifikan sehingga berpotensi memberikan keuntungan saat dipasarkan nantinya.

Di bidang pertanian, BUMDes Jetis mengembangkan budidaya bawang merah di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) seluas kurang lebih satu hektare. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah desa menganggarkan biaya penanaman dan perawatan sekitar Rp150 juta.

Dua ekor sapi yang dikelola BUMDes Jetis.

Menurut Kades Jetis, tanaman bawang merah yang saat ini dibudidayakan menunjukkan pertumbuhan yang baik dan diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal.

“Bawang merah sudah mulai tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami berharap hasilnya nanti dapat memberikan dampak positif bagi desa dan masyarakat,” jelasnya.

Keberhasilan awal pengelolaan usaha peternakan dan pertanian tersebut menjadi bukti bahwa penyertaan modal yang bersumber dari dana desa dapat memberikan manfaat nyata apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Pemdes Jetis optimistis pengembangan usaha melalui BUMDes dapat menjadi salah satu sumber pendapatan desa di masa mendatang sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Monggo dukung kami dalam menjalankan amanah negara ini,” pungkas Kades.

*BUMDes Jetis Berpotensi Jadi Percontohan Desa Produktif di Bondowoso*

Langkah yang dilakukan BUMDes Jetis dinilai dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bondowoso dalam memanfaatkan dana desa untuk kegiatan produktif. Pengelolaan sektor peternakan dan pertanian yang terintegrasi menunjukkan bahwa dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi desa.

Jika program ini berhasil menghasilkan keuntungan sesuai target, BUMDes Jetis berpotensi menjadi salah satu contoh pengelolaan penyertaan modal desa yang efektif, sekaligus mendukung visi pembangunan desa mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso. (*)


Penulis: Syayudi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *