
Bondowoso, Obor Rakyat — Program pemberdayaan ekonomi mendominasi aspirasi yang disuarakan masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajad, ini menyerap berbagai usulan konkret dari warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I, mulai dari bantuan sarana usaha produktif perikanan darat hingga kendaraan operasional roda tiga.
Sinung mengungkapkan, karakteristik kebutuhan masyarakat perkotaan di Dapil I menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan wilayah pedesaan.
Warga perkotaan cenderung lebih mengutamakan dukungan penguatan kapasitas dan sarana penunjang usaha ketimbang pembangunan infrastruktur fisik.
”Yang paling banyak diusulkan adalah peralatan dan unit usaha. Contohnya usaha perikanan darat seperti budidaya lele dan gurami, kemudian ada juga usulan bantuan sepeda motor roda tiga. Jadi, kalau masyarakat kota lebih condong ke arah pemberdayaan ekonomi,” ujar legislator dari PDI Perjuangan tersebut kepada awak media, Rabu (5/8/2026) malam.
Seluruh masukan dan aspirasi yang dihimpun dalam forum tersebut telah dicatat secara resmi untuk dijadikan bahan pembahasan strategis dalam penyusunan program pembangunan daerah pada tahun anggaran mendatang.
Komitmen dan Tantangan Fiskal Daerah
Menanggapi tingginya ekspektasi masyarakat, Sinung menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan tersebut sesuai dengan mekanisme dan kapasitas keuangan daerah.
Ia memastikan tidak ingin memberikan janji yang berlebihan, namun tetap optimis peluang realisasi terbuka lebar selama tidak ada kendala luar biasa.
”Bukan janji, tetapi seluruh usulan sudah dituangkan dalam forum. Selama daerah tidak menghadapi kondisi khusus ataupun perubahan kebijakan yang memengaruhi anggaran, insya Allah usulan tersebut bisa terealisasi,” tegasnya.
Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan warga.
Oleh karena itu, komunikasi yang transparan menjadi kunci utama agar masyarakat memahami kondisi fiskal yang sedang dihadapi.
”Kalau memang ada efisiensi anggaran sehingga usulan masyarakat belum bisa direalisasikan, tentu akan kami sampaikan secara terbuka. Kami ingin masyarakat memahami kondisi yang ada tanpa mengurangi komitmen kami untuk terus memperjuangkannya,” tambah Sinung.
Prospek Tinggi Sektor Perikanan dan Peternakan
Tingginya usulan pada sektor perikanan darat dan peternakan didasari oleh potensi pasar yang dinilai masih sangat terbuka luas. Masyarakat melihat peluang ekonomi yang menjanjikan seiring dengan tingginya kebutuhan pasar yang belum sepenuhnya diimbangi oleh kuota produksi lokal.
Selain budidaya ikan air tawar, warga juga mengajukan program pengembangan budidaya ayam dan bebek petelur. Berdasarkan optimism tersebut, berbagai program pemberdayaan ini diharapkan dapat mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2028.
Di akhir penjelasannya, Sinung menekankan bahwa arah pembangunan di Bondowoso harus berjalan secara seimbang. Kendati program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur digalakkan secara paralel, pemerintah tetap memiliki kewajiban utama untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang layak di sektor pendidikan dan kesehatan demi mendongkrak kualitas hidup secara menyeluruh. (*)
Penulis: Kusnanto
Editor: Redaksi