
Surabaya, Obor Rakyat — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/8/2026) malam.
Momentum transisi kepemimpinan ini diarahkan untuk memperkuat determinasi instrumen zakat dalam mendukung ekselerasi pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, serta penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.
Pelantikan lima pimpinan baru tersebut disahkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188.100.3.3.1/511/013/2026 tertanggal 6 Agustus 2026, dengan susunan kepengurusan sebagai berikut:
- Ketua: Mohammad Ghofirin
- Wakil Ketua I: Imam Hambali
- Wakil Ketua II: Afif Amrullah
- Wakil Ketua III: Amirotul Mu’minah
- Wakil Ketua IV: Prof. Moch. Syarif Hidayatullah
Sinergi Kebijakan Fiskal Sosial dan Indikator Makroekonomi
Dalam pengarahannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi kontribusi komparatif institusi pengelola zakat (Baznas dan Laznas) yang secara konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
Kinerja ekosistem zakat dinilai memberi dampak riil terhadap capaian indikator makroekonomi Jawa Timur.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026 mencatatkan angka 5,84 persen. Capaian ini tidak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan nasional, tetapi juga menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, diiringi tren penurunan signifikan pada angka pengangguran dan kemiskinan.
”Ekonomi Jawa Timur kembali tumbuh jauh tertinggi se-Jawa dan di atas rata-rata nasional; pengangguran dan kemiskinan kita turun signifikan. Hal ini tercapai berkat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Terima kasih kepada jaringan Laznas yang menyelaraskan fokusnya pada penurunan kemiskinan dan pengangguran,” ujar Khofifah.
Pemberdayaan Asnaf dan Paradigma Pentahelix
Menjawab tantangan tata kelola zakat ke depan, Ketua Baznas Jatim terlantik, Mohammad Ghofirin, menegaskan orientasi kepemimpinannya pada efisiensi redistribusi dan pendayagunaan dana sosial keagamaan (Zakat, Infaq, Sedekah/ZIS) agar memberi efek transformatif bagi para penerima manfaat (mustahik/asnaf).
Sebagai langkah strategis, kepengurusan baru meluncurkan Nawa Program Prioritas, yang mencakup: Baznas Jatim Peduli, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Sejahtera, Jatim Lestari, Jatim Tangguh, Jatim Amanah, Jatim Sinergi, dan Jatim Inklusif.
”Kami berkomitmen mendayagunakan dana yang terhimpun secara maksimal bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya golongan asnaf yang berhak. Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix, kami ingin memastikan potensi ZIS tereskalasi sehingga dampaknya makin terukur dan dirasakan secara luas,” pungkas Ghofirin. (*)
Penulis: Ainul Mukorobin
Editor: Redaksi