
Situbondo, Obor Rakyat — Suasana pengawasan tata kelola keuangan daerah di Kabupaten Situbondo kembali menjadi sorotan publik. Sebuah gerakan moral dan kritik terbuka muncul dari figur publik lokal yang mengatasnamakan diri sebagai Siti Jenar From Besuki, menyikapi kondisi penegakan hukum serta transparansi anggaran di wilayah tersebut.
Melalui sebuah spanduk aspirasi bernada tegas yang disertai aksi memegang dokumen laporan, muncul seruan terbuka kepada aparat penegak hukum.
Dalam pesan visual tersebut, disoroti rekam jejak penanganan perkara hukum masa lalu yang mencakup penangkapan dua kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta puluhan pejabat oleh pihak kejaksaan.
Pesan utama yang digelorakan dalam aksi tersebut menegaskan narasi bahwa Kabupaten Situbondo masih memerlukan pembenahan serius dalam hal integritas birokrasi dan pencegahan tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, pihak gerakan mendesak lembaga antirasuah untuk memberikan perhatian khusus dan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Situbondo.
Aksi ini mencerminkan tingginya kepedulian serta kontrol sosial dari elemen masyarakat terhadap pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di daerah. (*)
Penulis: E Apriyanto
Editor: Redaksi