Suara Akar Rumput yang Terabaikan: Ketika Panggung Elit Menutup Mata pada Realitas Perut Rakyat

​Situbondo, Obor Rakyat — Di tengah hiruk-pikuk pertarungan pengaruh dan manuver politik tingkat tinggi yang kian memanas, jurang pemisah antara para pemegang kekuasaan dan realitas hidup masyarakat bawah semakin menganga lebar. Gelombang kekecewaan publik kini mencapai titik didih, disuarakan secara tajam oleh berbagai elemen masyarakat yang merasa lelah dengan drama politik yang tak berkesudahan.
Eko Febrianto, Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki.

​Situbondo, Obor Rakyat — Di tengah hiruk-pikuk pertarungan pengaruh dan manuver politik tingkat tinggi yang kian memanas, jurang pemisah antara para pemegang kekuasaan dan realitas hidup masyarakat bawah semakin menganga lebar. Gelombang kekecewaan publik kini mencapai titik didih, disuarakan secara tajam oleh berbagai elemen masyarakat yang merasa lelah dengan drama politik yang tak berkesudahan.

​Kritik pedas ini salah satunya disuarakan oleh Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki, Eko Febrianto yang menyoroti bagaimana para elit sibuk saling sikut dan mempertahankan pengaruh, sementara jutaan rakyat berjuang sendirian menghadapi himpitan krisis multidimensi, Kamis (5/11/2026).

Krisis Nyata di Tengah Panggung Politik

​Bagi masyarakat di tingkat akar rumput, dinamika perebutan kekuasaan, isu sadap-menyadap, dan pertarungan informasi di lingkaran atas sama sekali tidak menyentuh persoalan dapur mereka.

Di saat para petinggi sibuk mengamankan posisi, realitas harian rakyat justru diwarnai oleh beban hidup yang kian mencekik:

  • Bencana Ekologis dan Kesehatan: Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus mengepung dan mengancam kesehatan warga tanpa penanganan yang memadai.
  • Kelangkaan dan Kenaikan Biaya Hidup: Akses terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin sulit memperlambat roda ekonomi masyarakat kecil dan nelayan.
  • Tekanan Fiskal yang Ironis: Beban pajak dirasa semakin menekan keringat rakyat kecil, sementara alokasi anggaran dan fasilitas negara kerap kali dinilai hanya berputar untuk melanggengkan kenyamanan para pejabat.

​Seruan Keras: Negara Bukan Milik Segelintir Elit

​Kritik tajam tersebut menegaskan bahwa republik ini didirikan di atas keringat seluruh rakyat, bukan sekadar panggung bagi segelintir oknum untuk melanggengkan kekuasaan.

Baca Juga :  Tim Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo di Jember, Kumpulkan Korcam Dan Kordes

Kegagalan para pengambil kebijakan dalam membaca skala prioritas antara meredam konflik politik internal dan menyelamatkan kesejahteraan rakyat dinilai telah mencederai esensi bernegara.

​Hingga berita ini diturunkan, seruan dan kegeraman publik ini menjadi pengingat keras bagi para pemangku kebijakan di pusat maupun daerah. Rakyat menuntut agar fokus segera dialihkan dari pertarungan politik menuju penyelesaian krisis nyata yang langsung berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat luas. (*)


Sumber: Sang D.P.O – Siti Jenar dari Besuki
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *