
Bondowoso, Obor Rakyat – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyambut positif pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madura Asli Sedarah (Madas Sedarah) Kabupaten Bondowoso.
Kehadiran organisasi kemasyarakatan ini dinilai sebagai momentum krusial dalam memperkuat artikulasi sosial dan partisipasi publik guna mengakselerasi pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Sinung saat menghadiri prosesi pengukuhan pengurus DPC Madas Sedarah yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Bondowoso, Minggu (27/9/2026).
Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya integrasi potensi sipil dalam skema kolaborasi lintas sektor.
“Syukur Alhamdulillah DPC Madas Sedarah di Kabupaten Bondowoso telah resmi terbentuk. Kami menyambut antusias eksistensi organisasi ini dan berharap Madas Sedarah dapat menjadi mitra strategis yang konsisten berjalan berdampingan dengan pemangku kebijakan demi mewujudkan pembangunan Bondowoso yang lebih maju dan berkeadilan,” ujar Sinung, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso.
Optimalisasi Modal Sosial dan Kolektivitas
Menurut Sinung, dinamika pembangunan di daerah memerlukan ruang diskursus yang inklusif. Berbagai potensi modal sosial yang tumbuh di masyarakat harus difasilitasi agar mampu berkolaborasi secara konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten maupun lembaga legislatif.
Ia menggarisbawahi pentingnya prinsip gotong royong dalam merumuskan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan sosial.
“Potensi-potensi masyarakat idealnya dapat eksis dan berkolaborasi bersama pemerintah serta DPRD. Pendekatan kolektif ini penting untuk merumuskan sekaligus mengawal agenda-agenda strategis menuju masyarakat yang berkeadilan,” tuturnya.
Menghormati Independensi Organisasi
Menanggapi arah pergerakan Madas Sedarah, Sinung menegaskan bahwa DPRD menghormati sikap independensi yang telah dideklarasikan oleh Ketua DPP Madas Sedarah, M. Taufik.
Menurutnya, independensi kelembagaan justru memberikan posisi tawar yang obyektif dalam mengawal isu-isu krusial daerah.
“Ketua DPP, Bung Taufik, telah menegaskan posisi Madas Sedarah sebagai organisasi independen. Kami sangat menghargai dinamika dan proses internal mereka. Meskipun berdiri di jalur independen, komunikasi dan koordinasi lintas lembaga tetap menjadi pilar penting,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan komunikasi antara ormas, eksekutif, dan legislatif diperlukan untuk memetakan tantangan struktural yang dihadapi Bondowoso. Melalui dialog intensif, berbagai pemikiran kritis dapat dikonversi menjadi solusi aplikatif.
“Kita perlu duduk bersama, menyamakan persepsi mengenai formulasi terbaik agar Bondowoso dapat keluar dari ketertinggalan dan mengejar akselerasi pembangunan daerah lain,” tegas Sinung.
Ruang Partisipasi Publik yang Inklusif
Mengakhiri keterangannya, Sinung menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Bondowoso untuk membuka pintu partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk Mados Sedarah.
Ia mendorong pola interaksi yang lebih adaptif dan informal agar ide-ide inovatif dapat mengalir tanpa hambatan birokratis.
“Madas Sedarah dan elemen masyarakat lainnya harus kita fasilitasi melalui ruang dialog yang fleksibel, seperti halnya diskusi informal atau ‘ngopi bareng’. DPRD Bondowoso sangat terbuka dan mengapresiasi setiap masukan yang konstruktif demi kemajuan daerah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi