
Reok Barat, Obor Rakyat — Pembangunan Rumah Adat Gendang Gelarang Rengas Munta di Desa Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, kini resmi memasuki tahap akhir pengerjaan.
Proses pemugaran bangunan adat yang telah berusia 47 tahun ini berhasil direalisasikan berkat tingginya semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh masyarakat adat setempat.
Perwakilan warga, Dodi, menegaskan bahwa rampungnya pembangunan mbaru niang ini merupakan bukti nyata komitmen masyarakat dalam merawat persatuan serta menjaga kelestarian nilai-nilai luhur budaya Manggarai.
Bagi masyarakat Manggarai, rumah gendang bukan sekadar struktur fisik semata, melainkan simbol identitas kultural dan pusat eksistensi sebuah wilayah adat.
Bangunan ini memegang peranan vital dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan, yang mencakup:
- Pusat Ritual Adat: Tempat pelaksanaan berbagai upacara sakral, seperti ritual syukuran hasil panen (penti).
- Ruang Musyawarah: Wadah pelaksanaan lonto leok untuk penyelesaian konflik secara kekeluargaan dan pembahasan kepentingan bersama.
- Benteng Identitas Budaya: Media edukasi serta pewarisan tradisi lintas generasi di tengah arus modernisasi.
Meski pengerjaan fisik bangunan utama sudah hampir rampung, panitia pembangunan tetap membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian budaya untuk memberikan dukungan. Partisipasi dari pihak luar diharapkan dapat memperlancar sisa proses pengerjaan hingga agenda peresmian mendatang.
Melalui penyelesaian pembangunan ini, masyarakat adat Gendang Munta berharap rumah adat dapat segera difungsikan kembali secara optimal sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus perekat kebersamaan warga. (*)
Penulis: Susilo Hermanus
Editor: Redaksi