
Situbondo, Obor Rakyat — Eskalasi ketegangan politik dan penegakan hukum di Kabupaten Situbondo mendadak memuncak. Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Semut Ireng Center (SIC) menggelar unjuk rasa terbuka di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Kamis (15/10/2026).
Aksi massa ini memprotes keras stagnasi penanganan kasus dugaan penyimpangan dana Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disinyalir melibatkan elit birokrasi dan legislatif daerah.
Dalam tekanan orasinya, massa SIC secara eksplisit menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas serta menangkap dua figur politik sentral: ZY (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur) dan UL (Wakil Bupati Situbondo).
Kedua pejabat tersebut dinilai memegang transparansi dan akuntabilitas material atas dugaan penyelewengan dana publik yang hingga kini dinilai mandek tanpa kejelasan status hukum.
Mosi Tidak Percaya dan Isu Selective Enforcement
Langkah konfrontatif SIC dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan publik terhadap ketidakpastian hukum (legal uncertainty) yang berlarut-larut. Koalisi sipil ini mengindikasikan adanya pembiaran sistematis serta praktik tebang pilih (selective enforcement) dalam penanganan perkara koridor Wasbang, yang secara eksponensial mengikis tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) terhadap institusi penegak hukum di Situbondo.
”Kami hadir untuk menuntut keadilan yang transparan dan akuntabel. Kasus dugaan penyimpangan dana Wasbang ini tidak boleh menguap begitu saja akibat benteng kompromi politik. Tangkap ZY dan UL sekarang juga!” seru salah satu orator di tengah barikade massa.
Massa aksi secara bergantian menyampaikan artikulasi tuntutan di gerbang utama PN Situbondo. Mereka menegaskan komitmen untuk mengawal proses peradilan secara konsisten hingga seluruh aktor yang terindikasi terlibat diproses secara hukum tanpa diskriminasi (equality before the law).
Pengawalan Ketat dan Ancaman Eskalasi Gelombang Aksi
Jalannya demonstrasi mendapat pengawalan ketat dari personel Kepolisian Resor (Polres) Situbondo. Guna memitigasi potensi eskalasi kericuhan dan menjaga kompartemen arus lalu lintas di koridor utama, aparat menyiagakan barikade keamanan berlapis di sekitar perimeter gedung PN Situbondo.
Kendati orasi dilontarkan dengan nada tinggi dan tensi politis yang intens, aksi berlabuh secara kondusif.
Kendati demikian, konsorsium SIC melayangkan preseden ancaman untuk menggalang gelombang massa dalam skala yang lebih masif apabila repons konkret atas penangkapan ZY dan UL tidak segera direalisasikan oleh otoritas berwenang.
Sebagai catatan historis perkaranya, kedua elit politik tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyelewengan dana Wasbang.
Namun, hingga saat ini publik menilai belum ada penindakan projustitia yang signifikan dari lembaga antirasuah tersebut. (*)
Penulis: Latif J
Editor: Redaksi