Daerah  

Trial Hotmix Jadi Tahap Krusial Program RANTAS Bondowoso, Dinas BSBK Uji Kualitas Aspal Sebelum Perbaikan Jalan Dimulai

Bondowoso, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) mulai melakukan uji coba atau trial gelar aspal hotmix sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan proyek peningkatan jalan dalam Program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas).
Trial gelar aspal hotmix di jalan HOS Cokroaminoto Bondowoso oleh perusahaan AMP Sunan Muria.

Bondowoso, Obor Rakyat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) mulai melakukan uji coba atau trial gelar aspal hotmix sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan proyek peningkatan jalan dalam Program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas).

Uji coba penghamparan aspal tersebut dilaksanakan di dua titik berbeda, yakni di ruas Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso dengan volume pekerjaan sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter, serta di ruas jalan Dusun Karangrejo, Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan dengan panjang 80 meter dan lebar 5 meter, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dua perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) ikut melakukan pengujian material dan metode penghamparan, yaitu PT Sunan Muria dan PT Feva Indonesia.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa trial hotmix merupakan tahapan teknis penting sebelum pekerjaan pengaspalan skala besar dilakukan.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, S.T., M.M., saat diwawancarai.
Baca Juga :  Warga Bondowoso Patungan Cor Jalan Rusak, Muncul Julukan “Kota Swadaya”

Proses ini bertujuan memastikan mutu campuran beraspal memenuhi spesifikasi teknis konstruksi jalan.

“Trial hotmix dilakukan untuk menguji kualitas material, tingkat kepadatan, stabilitas campuran, hingga daya tahan lapisan aspal agar hasil pekerjaan memiliki umur layanan yang optimal dan tidak mudah mengalami kerusakan dini,” ujarnya.

Menurutnya, tahapan trial mix meliputi pengujian komposisi agregat dan kadar aspal di laboratorium hingga simulasi produksi di instalasi AMP.

Setelah itu dilakukan penghamparan percobaan di lapangan guna mengevaluasi performa campuran saat proses konstruksi berlangsung.

“Gelaran percobaan di ruas jalan ini untuk melihat kemudahan penghamparan dan pemadatan. Selain itu memastikan suhu campuran, gradasi agregat, serta ketebalan lapisan sesuai spesifikasi teknis, baik untuk lapisan AC-BC maupun AC-WC,” jelas Ansori.

Program RANTAS sendiri menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bondowoso dalam percepatan penanganan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan maupun antar kecamatan.

Pemerintah daerah menargetkan perbaikan lebih dari 134 titik ruas jalan yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Curahdami, Prajekan, Tamanan, hingga kecamatan lainnya.

Melalui program tersebut, Pemkab Bondowoso menitikberatkan pada peningkatan konektivitas wilayah, kelancaran distribusi logistik, serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Pelaksanaan trial hotmix juga menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pekerjaan konstruksi jalan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar teknis ketahanan jalan.

Dengan pengawasan mutu sejak tahap awal, diharapkan hasil pengaspalan pada Program RANTAS mampu memberikan tingkat kenyamanan berkendara, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menekan potensi kerusakan prematur akibat kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi. (*)


Penulis: Latif J

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *