
Bondowoso, Obor Rakyat – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bondowoso, Jumat (12/6/2026).
Massa aksi menuntut kejelasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terkait kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat kurang mampu yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah segera memberikan kepastian mengenai kebijakan keringanan atau pembebasan PBB bagi warga miskin.
Kebijakan tersebut sebelumnya disebut menjadi salah satu program yang disampaikan saat kontestasi Pilkada 2024.
Koordinator aksi, Rifki, menegaskan bahwa PMII hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat kecil yang masih menunggu realisasi kebijakan yang dinilai dapat membantu meringankan beban ekonomi warga kurang mampu.
“Kami meminta pemerintah daerah segera memberikan kejelasan dan langkah konkret terkait kebijakan PBB bagi masyarakat miskin. Jangan sampai hal ini hanya menjadi janji politik tanpa realisasi,” tegas Rifki dalam orasinya.
Selain menyoroti persoalan PBB, massa aksi juga mendesak pemerintah daerah meningkatkan transparansi dalam penyusunan dan pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa berharap adanya ruang dialog terbuka antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan mahasiswa kemudian menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak Pemkab Bondowoso untuk ditindaklanjuti.
PMII menegaskan akan terus mengawal perkembangan kebijakan tersebut hingga pemerintah daerah mengambil langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat miskin di Kabupaten Bondowoso. (*)
Penulis: Latif J