Daerah  

Warga Bondowoso Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pokir DPRD 2026 Jadi Sorotan

Bondowoso, Obor Rakyat — Di tengah ramainya pembahasan program pembangunan jalan melalui pokok pikiran (pokir) DPRD Bondowoso tahun 2026, warga di sejumlah desa justru bergerak sendiri memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Pembangunan jalan lingkungan dari Pokur Dewan (kanan), dan perbaikan jalan desa dari swadaya masyarakat (kiri).

Bondowoso, Obor Rakyat — Di tengah ramainya pembahasan program pembangunan jalan melalui pokok pikiran (pokir) DPRD Bondowoso tahun 2026, warga di sejumlah desa justru bergerak sendiri memperbaiki jalan rusak secara swadaya.

Dengan membawa semen, batu, cangkul hingga alat seadanya, masyarakat bergotong royong menutup jalan berlubang yang selama ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Aksi pengecoran jalan bahkan dilakukan pada malam hari demi mempercepat perbaikan akses yang rusak parah.

Fenomena ini menjadi sorotan publik karena terjadi saat pemerintah daerah dan DPRD Bondowoso menyatakan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama APBD 2026.

Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, sebelumnya menyebut sebagian besar usulan pembangunan jalan berasal dari pokok-pokok pikiran anggota dewan. Sementara Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan pembangunan jalan di 134 titik melalui Program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas).

Namun kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari harapan. Sejumlah ruas jalan kabupaten dilaporkan mengalami kerusakan berat, berlubang, retak, hingga tergenang air saat hujan turun.

Baca Juga :  Aktivis Bondowoso Soroti Dugaan Sewa TKD untuk Tebu, Inspektorat Disebut “Macan Ompong”

“Kalau menunggu pemerintah terus, entah kapan selesai. Akhirnya masyarakat bergerak sendiri demi keselamatan bersama,” ujar salah satu warga saat kerja bakti pengecoran jalan, Minggu (24/5/2026).

Aksi swadaya warga kini tidak hanya dipandang sebagai budaya gotong royong, tetapi juga menjadi bentuk kritik sosial terhadap lambannya penanganan infrastruktur dasar di daerah.

Publik mulai mempertanyakan efektivitas realisasi pokir DPRD karena kerusakan jalan masih banyak ditemukan meskipun usulan pembangunan infrastruktur mendominasi agenda APBD 2026.

Di media sosial, kritik terhadap kondisi jalan rusak di Bondowoso juga semakin ramai. Warga menilai pembahasan anggaran infrastruktur belum sepenuhnya berdampak nyata terhadap kondisi jalan di tingkat desa.

Meski demikian, DPRD Bondowoso menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dan meminta percepatan pelaksanaan program APBD 2026 agar pembangunan tidak kembali tersendat.

Di tengah polemik tersebut, aksi gotong royong warga justru menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai kepedulian masyarakat memperbaiki jalan secara mandiri menjadi potret solidaritas sosial yang kuat, sekaligus alarm bagi pemerintah untuk lebih cepat menjawab kebutuhan dasar masyarakat. (*)


Penulis: Syayudi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *