Daerah  

Akselerasi ETPD dan Inklusi Finansial: Pemkab Bondowoso Hadirkan “Bondowoso Digital Days 2026” Melalui Sinergi Multi-Sektor

​Bondowoso, Obor Rakyat – Dalam langkah strategis memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso resmi menginisiasi kolaborasi lintas sektor guna menggelar perhelatan bertajuk "Bondowoso Digital Days 2026".
Bondowoso Digital Days 2026. (Fot Ist)

​Bondowoso, Obor Rakyat – Dalam langkah strategis memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso resmi menginisiasi kolaborasi lintas sektor guna menggelar perhelatan bertajuk “Bondowoso Digital Days 2026”.

​Mengusung tema konseptual “Akselerasi ETPD: Optimalisasi PAD dan Ekonomi Digital Daerah,” agenda berskala regional ini dijadwalkan dibuka secara resmi pada Selasa, 14 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.
Bertempat di Alun-Alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso, eksibisi dan rangkaian forum ini akan berlangsung interaktif hingga 27 Juli 2026.

​Inisiasi ini merefleksikan model kemitraan komprehensif antara Pemkab Bondowoso dengan Asa Jaya Grup, yang didukung penuh oleh konsorsium pemangku kepentingan (stakeholders) strategis. Di antaranya adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perintis, Media Obor Rakyat, Bank Jatim, Bank Indonesia (BI), BAZNAS, Al Fatih, Bulog, Cleo, La Tulipe, Gudang Garam, serta deerRka.

Kehadiran otoritas moneter seperti Bank Indonesia dan lembaga perbankan regional menandakan kuatnya orientasi transformasi digital dan penguatan tata kelola keuangan dalam sirkulasi ekonomi daerah.

​Langkah penyerapan aspirasi digital ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan dirancang sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan ruang inkubasi bagi sektor hilir ekonomi kreatif, khususnya pasca-pandemi.

Baca Juga :  Kebijakan Zakat Profesi ASN Bondowoso Menuai Kritik
Ketua DPD LSM Perintis Jawa Timur sekaligus Dewan Perlindungan Media Obor Rakyat, Suniman. (Fot Ist)

​Ketua DPD LSM Perintis Jawa Timur sekaligus Dewan Perlindungan Media Obor Rakyat, Suniman, menegaskan bahwa keterlibatan aktif sektor privat, perbankan, dan masyarakat sipil ini membawa misi linear terhadap penguatan struktur fiskal daerah.

Sinergi ini diproyeksikan mampu merevitalisasi ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bondowoso secara masif dan berkelanjutan.

​“Terkait instrumen pembiayaan, seluruh anggaran stimulasi dan operasional acara ini murni bersumber dari pendanaan mandiri Asa Jaya Grup yang berkolaborasi dengan LSM Perintis. Kemitraan ini dibangun atas asas gotong royong sehingga sama sekali tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso,” ujar Suniman saat memberikan keterangan pers pada Senin (13/7/2026).

​Guna mencapai target integrasi makroekonomi dan kemudahan pelayanan publik, panitia penyelenggara telah mengonstruksi cetak biru (blueprint) kegiatan komprehensif yang memadukan unsur edukasi finansial, dekonsentrasi layanan birokrasi, dan pelestarian budaya.

Berikut adalah lini agenda utama yang siap dieksekusi:

  • Pameran UMKM & Komoditas Unggulan Lokal: Stimulus konvergensi pasar konvensional menuju ekosistem digital untuk memperluas penetrasi produk lokal.
  • Layanan Publik Terpadu: Integrasi pelayanan birokrasi satu atap di ruang publik demi meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan masyarakat.
  • ​Seminar & Talk Show Edukasi Digital: Forum literasi finansial dan teknologi guna mempercepat adaptasi digital (digital literacy gap) bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum.
  • Kompetisi & Lomba Inovatif: Ruang aktualisasi kompetensi dan daya saing kreatif generasi muda di era digital.
  • ​Eksibisi Seni & Hiburan Rakyat: Penampilan seni budaya lokal, termasuk pelestarian musik tradisional Daul, sebagai manifestasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya (cultural economy).
  • Aksi Kemanusiaan & Filantropi: Kegiatan sosial terintegrasi berupa aksi donor darah, bakti sosial, serta program khitanan massal gratis sebagai komitmen inklusi sosial bagi masyarakat rentan.

​Melalui perpaduan antara hiburan berbasis kearifan lokal, pemanfaatan instrumen finansial berbasis teknologi, dan aksi sosial, Bondowoso Digital Days 2026 diproyeksikan menjadi percontohan (role model) kolaborasi kemitraan publik-swasta (Public-Private Partnership) yang modern, transparan, dan inklusif di Jawa Timur. (*)


Penulis: Syayudi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *