Hasil Investigasi Geoteknik Tekan Rencana Rekonstruksi Total Jembatan Koncer Bondowoso Senilai Rp20 Miliar

​Bondowoso, Obor Rakyat — Infrastruktur penyeberangan vital Jembatan Koncer (Jembatan Dhe' Pegghe') yang membentang sepanjang 32,5 meter dengan lebar 8 meter di Kabupaten Bondowoso dipastikan memasuki fase kritis akibat penurunan kapasitas residual struktur. Melewati masa layan operasional (design service life) selama lebih dari enam dekade sejak 1962, jembatan ini mengalami akumulasi degradasi fisik akibat beban dinamis berulang (cyclic loading) dan peningkatan Tonase Sumbu Terberat (TST) lalu lintas harian.
Jember Koncer di Kabupaten Bondowoso. (Ilustrasi)

​Bondowoso, Obor Rakyat — Infrastruktur penyeberangan vital Jembatan Koncer (Jembatan Dhe’ Pegghe‘) yang membentang sepanjang 32,5 meter dengan lebar 8 meter di Kabupaten Bondowoso dipastikan memasuki fase kritis akibat penurunan kapasitas residual struktur. Melewati masa layan operasional (design service life) selama lebih dari enam dekade sejak 1962, jembatan ini mengalami akumulasi degradasi fisik akibat beban dinamis berulang (cyclic loading) dan peningkatan Tonase Sumbu Terberat (TST) lalu lintas harian.

​Kondisi tersebut memicu fenomena retak lelah (fatigue cracking) pada pelat lantai jembatan yang berpotensi mengompromikan integritas struktural superstructure hingga substructure.

Menanggapi penurunan daya dukung (load-bearing capacity) tersebut, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, menegaskan bahwa penanganan berbasis pemeliharaan rutin seperti penambalan sela (patching) tidak lagi mematuhi batasan keandalan teknis.

Pihaknya mendesak rekayasa rekonstruksi total (full structural replacement) dengan estimasi alokasi investasi senilai Rp20 miliar.

​Rencana investasi teknis ini dirancang mencakup:

  • ​Penggantian Struktur Atas (Superstructure): Redesain gelagar (girders) dan pelat lantai guna meningkatkan kapasitas batas momen lentur serta tegangan geser.
  • Evaluasi dan Penguatan Struktur Bawah (Substructure): Penilaian keandalan abutment serta pilar terhadap bahaya gerusan (scour) dan stabilitas fondasi.
  • Modernisasi Standar Pembebanan: Penyesuaian kriteria desain struktur terhadap beban kendaraan berat sesuai standar teknis Bina Marga terkini.

​Guna mencegah pemburukan defleksi struktur dan risiko kegagalan lelah (fatigue failure) sebelum fisik konstruksi direalisasikan, DPRD mendorong penerapan mitigasi darurat berupa pembatasan tonase (load-limit enforcement) dan pengawasan ketat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) pada koridor Pusat Kota Bondowoso–Koncer–Tamanan–Pujer.

Baca Juga :  Sekda Bondowoso Minta OPD Segera Tuntaskan Dokumen MCP KPK dan SPI

​Tahap Perencanaan Geoteknik dan Penyelidikan Tanah

​Menanggapi urgensi penanganan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyatakan bahwa tahap perencanaan teknik (detailed engineering design) telah berjalan, diawali dengan penyelidikan bawah permukaan (subsurface investigation).

Pihaknya melangsungkan pengujian Core Drilling dan Standard Penetration Test (SPT) untuk memetakan stratigrafi tanah serta parameter mekanika batuan/tanah pendukung.

​”Tujuan utama pengujian geoteknik ini adalah menentukan bearing capacity (daya dukung tanah) dan pemetaan lapisan secara presisi. Data ini krusial untuk menentukan tipologi serta kedalaman fondasi dalam (deep foundation), seperti opsi bored pile atau tiang pancang yang stabil,” terang Ansori, Sabtu (26/9/2026).

​Melalui ekstraksi sampel tanah terganggu (disturbed samples) dan tidak terganggu (undisturbed samples), uji laboratorium dilakukan untuk mengukur parameter kritis:

  • Sifat Fisik Tanah: Penentuan kadar air alamiah dan berat isi (bulk density).
  • ​Kekuatan Geser Tanah: Evaluasi nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (\phi) untuk perhitungan batas keruntuhan geser.
  • ​Analisis Konsolidasi: Prediksi besaran serta laju penurunan tanah (settlement) akibat beban mati (dead load) dan beban hidup (live load) struktur baru.
  • – *​Muka Air Tanah (Water Table):* Pemetaan posisi air tanah guna mengantisipasi tekanan hidrostatis total dan menentukan metode ekskavasi serta pengecoran fondasi di lapangan.

​Penyelidikan geoteknik komprehensif ini menjadi acuan utama kalkulasi keamanan struktur agar Jembatan Koncer yang baru memiliki tingkat keandalan serta faktor keamanan (safety factor) optimum terhadap beban lalu lintas modern. (*)


Penulis: Latif J
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *