
Bondowoso, Obor Rakyat – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nalar9 menyayangkan pernyataan Ketua: Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar, terkait dana hibah sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebelumnya, KH. Moh. Syaeful Bahar menyatakan tidak mengetahui proses pengajuan dana hibah tersebut dengan alasan proposal diajukan sebelum dirinya resmi menjabat sebagai ketua.
Pertanyakan Tanggung Jawab dan Transparansi Publik
Merespons ketiadaan informasi dari kepengurusan baru, LSM Nalar9 menilai alih-alih menyelesaikan masalah, pernyataan tersebut justru memunculkan keraguan publik terkait akuntabilitas tata kelola organisasi penerima hibah daerah.
”Jika Ketua PCNU mengaku tidak mengetahui proses pengajuan hibah Rp1 miliar, lalu siapa yang bertanggung jawab menjelaskan dasar usulan, kebutuhan, dan peruntukannya?” tegas Koordinator LSM Nalar9, Muhdar yang akrab disapa Dardor, Senin (3/8/2026).
Dardor menekankan bahwa pergantian struktur kepengurusan dalam sebuah organisasi tidak lantas menghapus kewajiban institucional untuk bersikap terbuka kepada publik.
Proses pengajuan hingga rencana pemanfaatan dana yang berasal dari uang rakyat dinilai tetap wajib dijelaskan secara transparan.
”Yang dipertanyakan publik bukan siapa yang menjabat sebagai ketua saat proposal diajukan. Yang menjadi perhatian adalah apakah proses pengusulan telah sesuai aturan, dilakukan secara transparan, serta benar-benar menjadi prioritas dibanding kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak,” lanjutnya.
Bentuk Pengawasan Anggaran Daerah
Dardor menegaskan bahwa sorotan yang disampaikan bukan bertujuan untuk memojokkan organisasi tertentu. Langkah ini murni merupakan fungsi pengawasan masyarakat (social control) terhadap tata kelola dan alokasi APBD.
Ia berharap setiap rupiah anggaran negara yang dialokasikan melalui skema hibah dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, proporsional, serta memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas. (*)
Penulis: Syayudi
Editor: Redaksi